Orasi Literasi Rumah Dunia: Belajar Retorika dan Melatih Mental

Tema yang diberikan langsung di saat itu juga dan kami harus berusaha berbicara dengan sistematis dan logis. Tentu ini bukan hal mudah, apalagi tema yang berikan Mas Gong memaksa kami mencari makna konotasi untuk bisa menyampaikan gagasan. Bukan hanya itu saja, setelah selesai kami diminta menulis “orasi” yang kami sampaikan dalam bentuk esai. Ini cukup menantang dan melatih mental.

Misalnya Nipen yang tampil pertama mendapat tema “kursi” dengan clue sedang berbicara di depan para aktivis kampus. Fajri menyampaikan tema soal “sawah” dengan clue sebagai kepala desa yang bicara di depan warganya. Bang Rahmet mendapat tema “kacamata” dengan clue sebagai guru yang berbicara di hadapan muridnya. Sedangkan saya mendapat tema “Rumah” tanpa clue yang diberikan Mas Gong.

Di bawah tekanan otak saya berpikir keras, gagasan apa yang ingin saya disampaikan dan apa makna konotasi yang pas untuk tema “Rumah”. Dengan percaya diri saya mengkiaskan rumah sebagai kenyamanan dan menyampaikan bahwa kita harus memperluas zona nyaman untuk menemukan ” Rumah” yang baru.

Saya menyadari bahwa apa yang saya sampaikan berbelit-belit dan tidak sistematis. Sehingga sulit dipahami oleh pendengar. Setelah selesai berbicara, banyak masukan yang saya dapat dari teman-teman, Bang Hilman dan Mas Gong.

Saya akan lebih serius lagi mengikuti kegiatan setiap Jum’at malam ini, karena Orasi Literasi Rumah Dunia bukan hanya melatih kemampuan retorika dan menyampaikannya dengan cara sistematis, tapi juga bagaimana melatih mental dibawah tekanan keadaan yang mendesak.

Naufal Nabilludin

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==