GURU INSPIRATIF
Seorang guru tidak sekadar mengajar tapi juga mendidik. Ki Hajar Dewantoro dengan “pendidikan humanis”, yaitu memanusiakan manusia yang berbudaya dan berkembang secara kognitif (daya cipta), afektif (daya rasa), dan konatif ( daya karsa) dipahami betul oleh Saeful Hadi; dia sedang menstimulus para muridnya agar kreatif dan inovatif di era digital ini.

Saya berusaha kreatif dan inovatif di era digital in. Saya “hijrah’ ke dunia digital ketika pandemic Covid-19 melanda Indonesia, Februri 2020. Saya langsung mengirimkan novel terbaru (Lelaki di Tanah Perawan) ke platform digital (Storial dot co). Saya juga membuka Kelas Menulis Gol A Gong online. Media sosial dan YouTube juga saya maksimalkan. Smartphone saya gunakan sebagai media untuk memasarkan produk-produk kreatif saya.

Mampukah para pelajar SMAN 2 Banjar memfungsikan smartphone untuk sesuatu yang berdaya guna? Bernilai ekonomi tinggi? Digitalisasi adalah bagian dari pendokumentasian karya atau produk kreatif. Dengan smarphone, mampukah mereka berkarya membuat film pendek, video clip, vlog, novel, audio play, audio book, sehingga FB, IG, Twitter, website, dan YouTube mereka produktif dan dimonetisasi seperti Atta Halilintar, Deddy Corbuzier, Rafli Ahmad, atau Ria Richis?
Jawabannya ada pada 21 pelajar SMAN 2 Banjar!
Kita tunggu saja!



