“Masyarakat perlu diberikan wawasan mengenai manfaat pengelolaan sampah. Sehingga tidak terbatas membuang sampah, namun juga dapat mengambil keuntungan dari sampah,” ujarnya.

Alvinna Amir (Ketua TP PKK Kecamatan Carenang), sebagai narasumber kedua menerangkan, masyarakat perlu menerapkan hidup sehat, salah satunya yaitu dengan mengumpulkan sampah dari kulit buah-buahan dan sayuran untuk dijadikan ekoenzim yang bermanfaat bagi tanaman.

Alvinna memberikan motivasi agar para peserta mampu memimpin diri sendiri, diawali dengan menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan memanfaatkan sampah agar berguna untuk hal lainnya.

Salah seorang peserta, Desti dari Puloampel, Cilegon, menerangkan, kegiatan bincang sampah di Rumah Dunia menjadi modal penting untuk terus mengembangkan program yang bersangkutan dengan pengelolaan sampah. “Sebab saya sendiri bergerak dalam komunitas pemanfaatan sampah non-organik,” ujarnya.

Para peserta yang hadir sangat antusias mendengarkan materi dari kedua narasumber tersebut, sehingga hasil dari bincang hangat diharapakan dapat menciptakan kesadaran serta menumbuhkan minat pribadi untuk menjaga kelestarian alam dan memanfaatkan limbah di sekitar lingkungannya.


Kemudian terdengar adzan dan semua peserta berbuka puasa bersama. Alhamdulillah. (Fajri/KMRD)





[…] Pos SebelumnyaSebelumnya Pemanfaatan Sampah Organik dan Non-organik di Nyenyore Rumah Dunia […]
[…] Pemanfaatan Sampah Organik dan Non-organik di Nyenyore Rumah Dunia – Gol A Gong Kreatif: Kata & … pada Hari Pertama Nyenyore Rumah Dunia Seru dan Penuh Warna […]