Sebelum berangkat ada rasa bimbang dalam hati saya, karena hari ini ada jadwal kuliah, tapi di sisi lain saya sangat ingin mengikuti acara bersama Mas Gol A Gong.
Akhirnya saya memutuskan untuk ikut acara bersama Mas Gol A Gong, dan melampirkan surat izin kepada dosen melalui WhatsApp.
“Oke… Salam sama Kang Heri ya alias Gol A Gong. Nanti minta tolong izin sama Kang Gola Gong.. Anak2 Hukum UNIBA mau berkunjung ke Rumah Dunia ya,” tulis Pak Iron Fajrul, dosen saya.
Pesan tersebut langsung saya sampaikan ke Mas Gol A Gong ketika masih dalam perjalanan “Oh, Iron Fajrul dosenmu? Iya salam balik, ditunggu di Rumah Dunia, Rabu dan Kamis minggu ini saya kosong,” kata Mas Gong.



Sebagai relawan Rumah Dunia, saya merasa senang bisa mendampingi dan mengikuti acara bersama Mas Gong. Banyak pelajaran yang saya ambil ketika beliau menyampaikan materi kepada anak-anak sekolah dan memberikan pelajaran yang sangat luar biasa untuk saya.
Ketika acara berlangsung, banyak anak-anak yang bersemangat belajar dan mendengarkan Mas Gong yang menceritakan kisahnya ketika masih kecil hingga sekarang sebagai Duta Baca Indonesia. Mas Gong juga menceritakan perjuangannya mendirikan Rumah Dunia, dan perjuangannya menjadi atlet badminton hingga menjadi juara di Jepang.



Mas Gol A Gong juga memberikan pertanyaan kepada siswa-siswi, yang bisa menjawab mendapat buku spesial yang beliau bawa. Anak-anak sangat antusias menjawab dan tidak takut salah. Setelah berinteraksi bersama siswa-siswi Al-Itqon di lapangan, Mas Gong mengajarkan cara menulis puisi ke 50 peserta yang sudah diseleksi sekolah. Hasil dari pelatihan menulis puisi itu, akan dibukukan oleh sekolah menjadi buku antologi puisi dan fiksi mini.



Pelajaran yang saya ambil dari kegiatan bersama Mas Gong adalah, jangan takut dengan apa yang kita mulai selagi kita melakukan hal-hal positif. Intinya semangat terus generasi-generasi muda ingat kalian adalah penerus pemimpin masa depan yang akan datang. Membaca itu sehat menulis itu hebat.



