Beberapa kali aku diajak oleh Bang Sejo untuk ikut lapakan buku dan ditawarkan untuk belajar menyetir mobil bersamanya. Aku tertarik dan ingin bisa mengendarai Si Bogem—mobil perpustakaan keliling Rumah Dunia.

Sebelum praktik menyetir mobil, Bang Sejo menyuruhku untuk mempelajari teori dasarnya dulu di YouTube. Aku mempelajari sistem tranmisi manual, bagaimana mengoper gigi pada persneling dan mengenal bagian mobil beserta fungsinya.
Setelah menonton teori dasar menyetir mobil di YouTube, Bang Sejo mengajakku dan Bang Rahman untuk praktik menyetir mobil di Perumahan Bumi Mutiara Serang (BMS).

Praktik menyetir pertama, aku sudah bisa mengendarai Si Bogem di jalan lurus yang sepi, tapi untuk belokan masih kaku dan cara memutar stirnya belum pas. Stir mobil Si Bogem juga berat untuk diputar sehingga membutuhkan tenaga yang lumayan ekstra.
Di tikungan aku masih belum bisa menyelaraskan antara tuas kopling dan tuas gas sehingga mesin mobil sering mati, saat mesin mati itu aku panik keringat dingin. Menurut Bang Sejo itu wajar, karena belum terbiasa.

Setelah praktik pertama, aku ditugaskan lagi untuk menonton kembali tutorial mengendarai mobil di YouTube, terutama soal memutar stir ketika belokan dan ketika parkir. Untuk praktiknya aku ditugaskan memanaskan mesin mobil sembari belajar maju mundur di halaman dalam Rumah Dunia.

Praktik yang kedua kalinya, aku latihan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Jalanannya memang luas dan lebar, namun lebih banyak tikungan dan tanjakan, itu menjadi tantangan baru untuk belajar menyetir mobil. Untuk latihan yang kedua kalinya ini, aku sudah mulai lancar hanya saja belum bisa untuk memutar balik dan parkir.

Aku cari lagi tutorial parkir mobil di YouTube dan langsung aku praktikan tanpa di dampingi oleh Bang Sejo karena masih di halaman dalam Rumah Dunia. Karena Bang Sejo sering melihat aku sering latihan di halaman dalam Rumah Dunia yang sempit, aku disuruh untuk membawanya ke halaman depan supaya lebih luas.
Aku memberanikan diri untuk membawa Si Bogem ke depan dan diparkir di antara pendopo dan RB3. Tidak ada masalah, namun ketika aku mundurkan, Si Bogem menyenggol pohon dan bagian kiri depan mobil penyok sedikit, tidak terlalu parah. Ternyata tidak mudah mengendarai Si Bogem.

Aku sudah mulai lancar mengendarai Si Bogem ketika latihan yang ke tiga kalinya. Tanjakan dan tikungan berhasil aku lalui dengan lancar dan mesin mobil tidak mati. Artinya aku sudah bisa menyelaraskan antara tuas kopling dan tuas gas.
Setelah lumayan lancar, aku diuji untuk ke jalan raya dengan pendamping Bang Sejo. Selain melatih keluwesan menyetir, berkendara di jalan raya juga melatih mental. Sekarang aku sudah berani berkendara di jalan raya dengan jarak yang dekat.

Minggu kemarin, Bang Sejo pamit dari Rumah Dunia untuk meneruskan pembelajaran di tempat yang lain. Penanggung jawab perpustakaan keliling Rumah Dunia beralih kepadaku. Aku siap melayani masyarakat dengan Si Bogem, perpustakaan keliling Rumah Dunia
Terimakasih Bang Sejo yang sudah mengajari menyetir mobil, semoga ilmunya bermanfaat. *



