Tentu kami bertiga harus berterima kasih kepada Tias Tatanka si putri Solo, karena mampu mengerem naluri petualanganku. Saya menikah dengan Tias 1996. Saya rasa, kami berempat saling mewujudkan mimpi.

Pada akhirnya, sebagai penulis, kami harus mengabdi kepada pembaca, secara luas kepada masyarakat di literasi baca dan tulis. Bukan malah minta dipuja-puji. Di Rumah Dunia, kami menemukan tempatnya. (Gol A Gong)

Halaman: 1 2

