Puisi Esai Gen Z: Pinjol Jalan Ninjaku

Puisi Esai Gen Z karya Febri Riakudu – Mahasiswa IAIN Raden Intan Lampung

(Gara-gara ketagihan judi online, KL memaksa istrinya meminjam uang Rp 20 juta di pinjol. Ia melakkan KDRT karena istrinya menolak mminjam lagi. KDRT yang dilakukan KL terhadap sang istri terjadi saat momen hari raya Idul Fitri, Rabu, 10 April 2024).

oOo

Endaru namaku, ibu yang memberi
setelah aku lahir di siang tenang
sebab keluargaku bersuku Jawa
“ibu ingin kau kuat,” jelas ibu
saat aku remaja tentang arti namaku

Ah itu hanya nama, sekaligus doa
dari kedua orang tuaku. Nyatanya aku
adalah makhluk lemah, tak kuasa melawan
kala aku ditampar oleh kebingungan pada realita
hidup yang keras. aku juga dicaci dan kerap dinina
kemudian terjebak oleh keterpaksaan
dengan pikiran kacau

Daru panggilanku, lahir di Jawa Tengah
di sebuah kota wisata. sekarang usiaku 23 tahun,
telah menjadi ibu dari seorang putri mungil
ialah anakku yang selalu menjadi pelipur lara

Suamiku lebih tua enam tahun, sudah lama
menganggur. sebelumya bekerja serampangan
Kini banyak diam di rumah. sifat malas pun kambuh
bahkan cenderung jumawa
“ayah sudah melamar kerja?” tanyaku
kepada suamiku yang sedang memegang HP

Ia balik memarahiku, tak suka pertanyaanku
Prang! Gelas dibanting, untung tidak mengenai badanku

Suatu hari jelang Idul Fitri, kala itu jam di dinding
menunjukkan pukul 21.23 WIB. Itulah malam Rabu kelabu
suamiku memaksaku agar menurtuti kemauannya
–meminjam di media online alias pinjol–
“mana KTP-mu sini, gua mau ajukan pinjaman
online buat Lebaran,” katanya, tentu memaksa

adu kata pun berlangsung lama
sesekali jeda – hening – lalu gaduh lagi
anakku menangis histeris. ia mendegar suara keras kami

“ibu sedih, mengapa harus ribut terus dengan
ayahmu seperti ini. mengganggu kejiwaanmu,” ujarku
kupeluk putri sulungku sangat erat

Aku duduk di sudut ranjang menatap lantai
Diam. Pikiranku menerawang ke awan-awan
Tak terbendung air mataku deras bagai sungai
“Sakitnya tu di sini,” batinku. “punya suami
tak bekerja, di rumah jadi pemalas.”

suamiku hilang semangat. pupus seluruh usaha
dan hasrat untuk menjadi lebih baik. kecuali,
diam=diam kupergoki di telepon genggamnya
menumpuk data pinjol. “kamu seperti gali
lubang tutup lubang,” ucapku. ia berang!

tubuhku lemas. sekujur badanku biru-memar
pukulan, tamparan, dan tendangan
bertubi-tubi mendarat di tubuhku
“mengapa harus aku?
mengapa tidak yang lain saja
aku capek, lemas, tak berdaya.”

Emosi suamiku masih tinggi. matanya
nyalang, sorot mata harimau
ia mondar-mandir, kurasakan ia amat geisah
entah apa yang dipikirkannya

Prang! untuk kedua kali
sebuah gelas dilemparkan:
tepat mengenai kepalaku

Hening. penglihatanku lamur
kepalaku pusing, bumi seperti berputar
cairan merah di alas kasur
kuraba kepalaku, “darah…” desisku
“suami macam apa begitu tega melukai istri.”

Malam dingin saat aku lari menuju rumah sakit
tanpa bawa apapun, selain mengantongi trauma
setelah visum kutuju polsek, kulaporkan
suamiku: kekerasan di rumah tangga

Dua bulan kemudian, teror aplikasi pinjol
berulang masuk ke telepon genggamku
Aku malu, tetangga dan keluarga yang semula
tidak tahu malah terteror pula
Lalu aku jadi tumpuan salah dari meraka

Kubawa anakku ke Panti Asuhan
kutitipkan ia di tempat yang layak itu
daripada bersamaku seorang
saat suamiku tinggal di hotel prodeo 3)

Dua hari kususuri jalan di kotaku ini
Kala itu sangat ramai ilir-mudik
kendaraan dan orang-orang
membuatku linglung bahkan pangling
“di mana aku kini? o…”

Di sebuah bangunan kosong aku berhenti
Sebotol racun yang kutenteng tiba-tiba
bagaikan teh botol; aku seperti dahaga
“di mana aku kini?” sekejap kemudian
tak lagi kutahu apa-apa, tubuhku ringan
aku terbang. “Selamat tinggal dunia.”

Catatan kaki

  1. https://news.detik.com/berita/d-7296289/istri-di-tebet-jadi-korban-kdrt-suami-diduga-karena-dipaksa-pinjol/amp
  2. https://megapolitan.kompas.com/read/2024/04/15/21164641/suami-yang-aniaya-istri-di-tebet-sudah-pinjol-dua-kali-total-pinjaman-rp
  3. Hotel prodeo istilah lain dari penjara/bui atau lembaga pemasyarakatan (lapas).

TENTANG PENULIS: Febri Riakudu atau dikenal dengan sapaan Eby. Lahir pada tahun 2006, menyukai seni dan olahraga sejak SMP. Sekarang ia sedang menuntut ilmu di IAIN Raden Intan Lampung. Ia juga terlibat di Komunitas Penulis Muda Lampung (KPML) sebagai anggota.

PUISI ESAI GEN z: Puisi Esai Gen Baru ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Bagaimana kalau lingkungan, politik, atau kritik sosial ke penguasa? Boleh saja asalkan ada fakta dan sertakan link beritanya. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Baru. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==