KOTA INI SUDAH MILIKMU
Puisi Gol A Gong
Setiap pagi aku menunggumu di halte itu. Kau tak pernah datang. Padahal sudah dua musim aku menertawakanmu. Bus merah akan membawa ke masa depan. Matahari masih saja terhalang postermu.
Setiap siang aku menunggumu di cafe itu. Segelas kopi pahit untukku. Kau lemon tea. Kita berbeda menikmati siang. Aku ingin pergi bersamamu. Mengenang masa kanak-kanak terbenam di lautan bendera. Pohon asam itu tempat menabur janji sehidup semati.
Setiap sore aku berdiri di masjid kota. Menunggu senja. Orang ramai bersarung dan membawa sajadah. Kota tetap saja kehilangan kiblat. Kau usir aku pergi. Kota ini sudah milikmu.
*) Serang, menunggu subuh, 12/1/2016




