Putra Kami Tidak Ingin Jadi Penulis

Saya membayangkan senyumnya yang misterius. Ini peristiwa 4 tahun lalu, menjelang subuh, Rabu 29 Juli 2020, saya kangen anakku. Dia sudah memutuskan tidak pulang ke rumah tetapi meneruskan kuliah di Abu Dhabi. Alhamdulillah, berkat do’a para sahabat semua, putra kami diterima di sebuah perguruan tinggi di Abu Dhabi Juli 2020 ini. “Empat tahun ke depan hingga 2024, Aa kuliah. Doakan, ya!”katanya saat video call.

Sejak kelas 5 SD (2012), dia sudah mengepakkan sayapnya ke Abu Dhabi. Kota Serang sebagai kampung halamannya kini jadi tempat berlibur. Separuh hidupnya sudah dihabiskan di sana. Saya dan istri memang jadi busur yang siap melepas anak panah kami. Keempat anak kami sudah kami siapkan jadi “warga dunia”.

Anak-anak kami sudah lepas dari busurnya. Kami mulai dengan memberi nama mereka dengan 3 kata, agar pembuatan passport jadi mudah. Kempat anak kami semuanya kami buatkan passport. Semua kami ajak dan dorong untuk bertebaran di muka bumi. Tetehnya – si sulung, kuliah di Sun Yat Sen University, Ghuang Zhou, Tiongkok sejak 2018 – sekarang si Teteh personal assistant di perusahaan China. Putra ketiga sejak 2022 kuliah di Akademi Film Yogyakarta dan si Bungsu sejak 2023 kuliah di Fakultas Sastra, UPI Bandung.


‘Sebelum anak kami pergi menuntut ilmu, sejak umur 2 tahun (2000), saya sudah mengajaknya traveling. Saya ajarkan kepada dia tentang transportasi, kota-kota, karakter orang-orang, cara bekomunikasi di jalanan, memaknai perhabatan, amanah sebagai anak lelaki pertama dengan 3 bersaudara, tangan di atas lebih mulia, menghargai perempuan, mengejar impian dengan cara berproses, siap menerima kritikan, tidak boleh mencuri dan jangan berbohong.

“Aa nggak mau jadi penulis,” katanya.
“Jadilah seseorang yang Aa inginkan,” kataku menyemangati.

Jadilah ia sekarang, seseorang yang dia inginkan di Abu Dhabi. Rapper! Sementara kami mngobati rasa rindu kepadanya dengan mendengarkan lagu-lagu rap-nya!.

Sekarang di November 2024, Gabriel memutuskan meninggalkan musik. Dia akan fokus ke pendidikan. Semoga rencana masa depanmu dimudahkan Allah SWT

Bayangkan, ketika teman-teman seasramanya tidur, putra kami mengandalkan teknologi digital, rekaman di gudang. Kasur-kasur dia rapatkan di dinding. Dia menciptakan studionya sendiri. Dia membuat lirik lagu. Dia belajar ke EmineM. Dia mengontak para pembuat nada lagu lewat email. Dia mengisinya dengan lirik yang ber-rima!. Kawan-kawan seasramanya juga sangat mendukung jika dia sedang membuat video clip.

Jika ingin mendengarkan lagu-lagu rapnya, mampir ke https://www.youtube.com/channel/UCrmYPuGORRtR2yvsSlnd6QA . Tetap semangat tersenyum. Ingat, bahasa senyuman mewarnai dunia!

Semoga putra-putri kalian bisa lebih sukses dari anak-anak kami – seperti anak Toto juga. Hidup memang bergerak cepat, jangan abaikan pendidikan dan perhatian kalian kepada anak-anak ya. Seperti baru kemarin Gabriel di kelas 5 SD (2012), kini putra kami beranjak dewasa. Dia sudah jadi orang Arab. Siap mengarungi bahtera rumah tangga sambil menyelesaikan kuliah S2 di Abu Dhabi Januari 2025. Dia berencana bekerja di Abu Dhabi. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita ya.

Gol A Gong – 7 November 2024

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==