Di umurnya yang ke 27 tahun saat itu ia berhasil menaklukkan dirinya dan ia mampu berkeliling dunia, menebarkan semangat dan keberanian menjalani hidup kepada jutaan orang yang ada di seluruh dunia. Menurut Nick Vujicic, walaupun ia tidak mempunyai lengan dan tungkai namun ia berani mengatakan bahwa dirinya mempunyai pilihan. Ia bisa saja marah karena ia tidak punya tungkai namun ia tetap bersyukur karena ia mempunyai tujuan dalam hidupnya. Ia memilih bersyukur dan hal itulah yang ia bagikan kepada dunia.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu jadi catatan dalam hidup, diantaranya rasa memiliki tujuan yang kuat, harapan yang begitu kuat sehingga tak akan luntur. Iman kepada Tuhan dan peluang yang tak terbatas, rasa cinta dan penerimaan diri sendiri. Sikap yang berkualitas, jiwa yang berani, kemauan untuk berubah, hati penuh keyakinan, hasrat untuk mendapat peluang, kemampuan mengukur resiko dan menertawakan kehidupan serta misi yang mengutamakan pelayanan bagi sesama. Hal itulah yang selalu ia butuhkan dalam kehidupan yang ia jalani.

Dari kisahnya Nick Vujicic, saya melihat semangat itu ada pada sosok mas Gol A Gong, yang dengan kondisi tangan kirinya diamputasi sebatas sikut karena mengalami kecelakaan di usia 11 tahun namun tidak menyulutkan semangatnya dalam berjuang. Ia merupakan pendiri Rumah Dunia yang ada di Serang, selain itu ia juga saat ini sebagai Duta Baca Indonesia tahun 2021-2025.

Dari mas Gol A Gong juga saya mendapatkan banyak sekali arahan dan semangat dalam menjalani hidup. Khususnya semangat dalam menyampaikan kepada dunia tentang pentingnya literasi, semoga dari semuanya bisa menjadi pemicu semangat saya untuk maju.




