Ketika saya hubungi dan menjelaskan apa maksud dari kegiatan “Gonjlengan Wacana” tersebut kepada narasumber, mereka menjawab siap dan bersedia untuk menjadi pemateri.

Hari demi hari, panitia menyiapkan berbagai kebutuhan acara, seperti pembuatan proposal, surat undangan, banner, dekorasi, dan sebagainya. Pamflet juga sudah disebarkan pada berbagai sosial media, supaya menarik masa lebih besar sebab sifatnya terbuka untuk umum.

Ketika sampai pada hari pelaksanaan, semua orang mengira bahwa kegiatan akan berjalan baik dan lancar.
Satu persatu tamu undangan telah datang memenuhi tempat duduk, beberapa di antara mereka bahkan sudah datang 2 jam sebelum pelaksanaan acara. Saya coba menghubungi narasumber kembali untuk menanyakan kabar, apakah sudah berangkat atau ada kendala.

Namun, sampai satu jam waktu acara berlangsung, dia hanya menjawab akan sedikit telat datang ke lokasi acara, karena masih rapat dengan petinggi kampus. Saya sudah tidak enak hati membaca kabar tersebut, rasanya ada yang janggal.
Padahal beberapa hari sebelum acara, kami berdua tidak lepas untuk saling berkomunikasi, bahkan narasumber sendiri yang bilang siap datang dan akan membawa masa.


