Realita Presiden Mahasiswa di Banten

Nasi sudah menjadi bubur. Saat saya chat dan telepon ulang, dia tidak membalasnya sama sekali. Acara akan berlangsung cacat, karena satu narasumbernya tidak datang.

Saya merasa dia memang tidak niat datang untuk menjadi pemateri, pun jika terlambat kami masih memaklumi, namun ternyata dia hilang tanpa kabar.

Acara yang dikemas dengan rapih, menjadi pincang karena tokoh pentingnya tidak datang. Gelar “Presiden Mahasiswa” yang ada di pundaknya, seakan runtuh tak ada arti di hadapan peserta yang sudah datang.

“Presiden mahasiswa macam apa itu, baru ditingkat kampus apalagi kalau jadi presiden beneran.”

“Ngga cocok kalau dia jadi presma, dipilih atas dasar apa keunggulannya, ya. Untuk datang memenuhi undangan panitia aja ga bisa.”

“Saya rasa dia takut bahkan pecundang, ga cocok jadi presma.”

Beberapa kalimat di atas terdengar nyaring di telinga saya, saat panitia memberi kabar ke semua yang hadir bahwa pemateri tidak datang atau hilang kabar.

Sungguh ironis, bahwa di tengah-tengah problematika Banten yang panjang, mulai bertambah dengan kualitas mahasiswa Banten itu sendiri yang tidak amanah dengan apa yang disampaikan.

Gelar presiden mahasiswa seharusnya menjadi beban moral, sebab dia akan menjadi contoh dari kualitas mahasiswa di kampusnya. Namun hal itu, mungkin tidak diresapi secara sadar oleh yang bersangkutan.

Bahkan dua hari berikutnya setelah pelaksanaan acara. Pemateri tidak memberikan kabar lagi, bahkan sepatah kata maaf darinya pun tidak sampai kepada panitia acara.

Etika dan moral yang dibangun selama bertahun-tahun saat belajar di kelas, ternyata tidak bisa difahami oleh tokoh yang bergelar presma. Semakin tinggi padi semakin merunduk, bukan menjadi ilalang, makin lama tumbuh makin tinggi.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==