Setelah aku mengunduh buku ini dan membaca prolognya yang berjudul Masa Muda, Terlalu Singkat untuk Disia-siakan. Aku penasaran dengan semua isi pembahasan di buku yang dirangkum dalam 6 bab. Aku membacanya dan menyelesaikannya dalam waktu 2 hari.
Dalam buku ini, pembahasan soal masa muda cukup menarik. Juhyung Kim memposisikan diri sebagai senior yang sedang memberi arahan kepada juniornya yang baru memasuki usia 20-an.

“Buku ini menceritakan secara positif bagaimana cara melewati masa muda yang penuh keresahan dan mengatasi balada anak muda secara bijak,” kata Kim.
Dari 6 bab yang ditulis Kim dalam buku ini, secara umum membahas tentang mimpi dan target, mengelola waktu, kebiasaan, kualitas diri, membangun hubungan dan impian. Dengan perspektif senior, pesan yang disampaikan Kim efektif dan praktis untuk dicoba oleh siapapun yang membaca buku ini.

Di Bab 1, penulis yang akrab disapa writer KJH membahas soal mimpi dan target yang sering dipahami secara keliru. Menurut Kim, mimpi adalah sebuah harapan yang ingin diwujudkan, sedangkan target adalah cara konkret untuk menentukan tujuan.
Kim menekankan, mimpi adalah sesuatu yang penting dan harus dimiliki oleh anak muda. Karena mimpi akan mengubah dan membuat anak muda berkembang bagaikan akselerator.

“Orang yang mempunyai mimpi, di masa mudanya akan menata masa depannya dan berusaha keras memperbanyak kemampuannya. Tapi, orang yang tidak mempunyai mimpi, sudah cukup puas dengan apa yang dimiliki sekarang. Jadi mereka tidak berkembang dan hanya percaya takdir dan sibuk bertahan diri,” kata penulis asal Kota Suwon, Korea Selatan ini.


