Resensi Buku: Te-We, Peta Bagi Penulis Petualang

Dalam buku ini, Gong sebagai ketua Umum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Indonesia (kini jadi Duta Baca Indonesia) yang berkewajiban menggelorakan budaya literasi membagikan dengan rinci hal-hal teknis prihal melancong dan menulis bagi travel-writer terutama membeberkan peluang yang bisa dijadikan catatan menarik bagi para traveler agar catatan perjalanannya mudah diterima penerbit dan menghasilkan uang.

Dalam menulis buku ini, Gong banyak mengambil inspirasi dari penulis muda yang meraup berkah dari kebiasaannya menuliskan catatan perjalanan dalam blog pribadinya sehingga dilirik penerbit, seperti Agustinus Wibowo yang telah menerbitkan catatan perjalanan bergaya jurnalisme sastrawi dalam dua bukunya Garis Batas dan Selimut Debu yang diterbitkan Gramedia.

Selain disisipi dengan foto-foto perjalanan yang Gong ambil dari buku terdahulunya the Journey, hampir di akhir setiap bab buku ini, juga dilengkapi dengan rangkuman tips-tips ringkas yang bermanfaat bagi traveler writer yang hendak melancong sambil mengabadikan momen-momen perjalanannya dengan catatan yang menghasilkan uang untuk kembali mengongkosi perjalanan.

Dalam buku ini seolah Gong hendak berpesan “di zaman serba dimanjakan teknologi seperti sekarang ini travel writer serba dimudahkan, tinggal bermimpi dan mewujudkan perjalanan.”

Tak percaya bacalah. Wallahu a’lam

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==