Konflik dimulai saat malam pertama pernikahan. Gus Birru terus terang kepada Alina Suhita bahwa dirinya tidak mencintai Alina Suhita dan tidak akan pernah menyentuhnya sebagaimana pasangan suami istri pada umumnya. Hal itu dilakukan oleh Gus Birru karena dia memiliki kekasih yang sangat dicintainya— Ratna Rengganis.
Sama seperti Alina, Ratna juga digambarkan sebagai sosok perempuan yang cerdas. Kelebihan lainnya adalah mahir menulis dan aktif di kegiatan pergerakan bersama dengan Gus Birru.

Tapi semenjak Gus Birru menikah dengan Alina Suhita, Ratna Rengganis merasa sakit hati dan mulai menjauh dari Gus Birru. Walau pada akhirnya mereka kembali bersama-sama membuat projek pembuatan film dokumenter di Pesantren Al Anwar milik Gus Birru.
Alina Suhita juga ikut terlibat dalam projek tersebut. Mengingat, berkat pendapat dan argument Alina Suhita lah akhirnya Abah (Bapak Gus Birru) mengizinkan mereka untuk membuat film dokumenter di Ponpes Al Anwar.


