Sejak 2002, setiap satu periode lima tahun, saya merekrut 10 mahasiswa dengan kategori seperti di atas. Ibarat Bung Karno, saya berandai-andai bersama mereka bisa membuat Banten gonjang-ganjing di dunia literasi. Mereka belajar sastra, jurnalistik, dan film. Tapi ilmu yang jauh lebih berharga mereka dapatkan adalah: dunia kerelawanan.

Hampir semua relawan berawal dari “nol” literasi – iliterat. Kemudian lima tahun digodok di Rumah Dunia dengan beragam karakter “guru”, para relawan itu menjelma jadi mahasiswa yang memiliki ketrampilan menulis jurnalistik, sastra, film, dan jiwa militan sebagai relawan literasi. Mereka menjadi dirinya sendiri yang siap terjun di masyarakat.


