Oleh: Safei Ricardo Desima
Sejak aku memutuskan untuk membeli sepetak tanah tujuh tahun lalu, nyaris hingga detik ini aku tidak pernah berhenti bekerja. Aku terus bekerja menjadi tukang dadakan memoles rumahku. Mungkin, hampir separo proses pembangunan rumah tersebut aku kerjakan sendiri. Setelah tukang membantu pekerjaan yang tidak mampu aku kerjakan sendiri, seperti membuat pondasi, naik tembok, dan atap yang memang butuh tukang asli, setelah itu aku kerjakan sendiri.




