Setelah makan siang, saya bergegas mandi. Saya harus ke Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Rahmi dan beberapa relawan memesan taksi online. Kami meluncur. Bincang Literasi bersama Forum TBM, Forum Aceh Menulis, Forum Pegiat Literasi Aceh, dan Majelis Seniman Aceh menanti.

Lobby gedung megah ini sudah dipenuhi peserta. Kami bertukar gagasan di Lobby Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh. Gedung yang luar biasa megah dan mewah. Sejak pukul 14.00 hingga 17.00, ide-ide kreatif mengalir deras.

Terus bergerak ke malam di Sophie Sunset Library. Sungguh pengalaman puitik yang tidak akan saya lupakan. “Cut” dan “Teuku” menyatu bersama angin pantai, ikan yang harum dibajar, dan puisi yang dibacakan mengudara dengang indah.

Minggu 8 Oktober adalah hari terakhir di Aceh. Saya memberi pelatihan membuat alat peraga literasi di TBM Ar-Rasyid, Kajhu Baitussalam. Sungguh membahagiakan. Waktu berharga yang saya miliki sejak 2-8 Oktober jadi bermanfaat.



