Sarapan Kata 105: Mengadu Buku Lidah

Sarapan Kata 105: Mengadu Buku Lidah adalah peribahasa yang mengandung arti berbantahan, berdebat tida guna, ingin kelihatan lebih pintar dari yang lain.

Peribahasa ini sering menggambarkan orang-orang yang terlalu sibuk beradu argumen tanpa tujuan yang jelas, sekadar ingin menunjukkan kepintaran atau merasa lebih unggul dari lawan bicara. Alih-alih berdiskusi secara konstruktif, mereka justru terjebak dalam debat yang tak menghasilkan solusi apa pun.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui situasi seperti ini—baik di dunia nyata maupun di media sosial. Banyak yang mengadu buku lidah tanpa mendengarkan sudut pandang lain, membuat perdebatan hanya menjadi ajang unjuk diri, bukan pertukaran pemikiran yang sehat.

Jadi, sebelum terlibat dalam perdebatan, tanyakan pada diri sendiri: Apakah ini akan membawa manfaat, atau hanya sekadar mengadu buku lidah?

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==