Sejarah Rumah Dunia 24: Menyumbangkan Mainan Bekas Bella dan Gabriel

Pohon jambu batu merah dan putih pun sepertinya ikut bergembira. Ia berbuah lebih banyak meskipun ukurannya lebih kecil.

Dengan buah yang lebih banyak itulah anak-anak bergembira karena sering menemukan jambu matang. Aku meminta mereka berbagi tiap kali mengambil buah, agar tidak hanya dinikmati sendiri.

Suatu pagi, suamiku berkata, “Ini banyak mainan Bella dan Gab yang sudah rusak, dikumpulkan dan disimpan di Rumah Dunia, ya? Nanti Papah belikan lagi yang baru.”

Spontan dua anak itu setuju dan bersorak kegirangan. Suamiku meminta aku menyortir mainan sementara beliau mengajak anak-anak kami naik motor beli mainan di toko grosir.

Aku memisahkan mainan Bella dan Gab dengan kategori “masih dipakai” dan “disumbangkan”. Yang disumbangkan inilah yang harus dapat diikhlaskan jika tidak ditemui lagi.

Saat suami dan anak-anak pulang, aku sudah selesai memilah mainan. Suamiku tersenyum ketika kutunjukkan sekeranjang penuh mainan bekas yang boleh disumbangkan.

Bella dan Gab sudah sibuk dengan mainan baru. Suamiku mengajak mengangkat sekeranjang mainan bekas itu ke halaman belakang.

“Kenapa disimpan di sini?” tanyaku heran. “Nanti saja kalau ada kegiatan, baru dikeluarkan.”

Suamiku cuma tersenyum. (*)

Rumah Dunia, 10 Maret 2024

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==