Sejarah Rumah Dunia 4: Membacakan Hansel dan Gretel

Sore di akhir pekan itu, terdengar sapaan dari luar pagar lagi. Kukira tamu, ternyata anak-anak yang biasa datang bergerombol memanggili Bella. Aku membuka pintu pagar dan menyilakan mereka masuk.

Bayiku sudah merangkak ke luar pintu depan dan menyambut dengan tawa. Aku minta anak-anak itu menggelar karpet, sementara aku mengambil kue. Tentu saja sekardus buku bacaan aku tenteng juga.

Mendengar suara-suara sedikit ribut, suamiku bertanya. Dengan gembira aku beritahu anak-anak itu datang lagi. Rupanya karena kepo, suamiku ikut menemui mereka.

Melihat suamiku yang badannya tinggi besar, meskipun mereka pernah bertemu di jalan, anak-anak itu agak menciut nyalinya. Ditambah kondisi lengan suamiku yang lengan kirinya hanya sesiku, mungkin aneh bagi mereka.

Kami sudah terbiasa menghadapi respon anak-anak yang seperti itu. Biasanya suamiku langsung menawarkan diri untuk bercerita tentang tangannya.

“Kalian heran ya, kenapa tangan Pak Gong cuma sampai siku?” tanya Pak Gong, suamiku itu.
Anak-anak diam saja, mungkin ragu untuk mengiyakan. Pak Gong terus saja melanjutkan, “Waktu masih kecil, Pak Gong naik-naik pohon. Karena kurang hati-hati, Pak Gong tergelincir, lalu jatuh, tangan dulu kena tanah. Patah, deh. Dibawa ke dukun pijat, tapi salah pengobatan, jadi lebih parah. Trus dibawa ke dokter, kata dokter harus diamputasi sampai ke siku karena sudah sakit di dalam tangannya.”

Begitulah akhirnya anak-anak itu mengenal sejarah tangan kiri Pak Gong. Tidak ada lagi pandangan aneh mereka saat bertemu. Tidak ada lagi rasa takut dan ragu untuk menyapa atau menjawab pertanyaan Pak Gong.

Yang masih membuatku sedih adalah mereka belum antusias membaca buku-buku yang kusediakan. Mereka masih memilih banyak mengobrol dan bermain dengan Bella. Kupikir sudah saatnya aku melakukan saran suamiku.

“Ini tuh ada banyak buku yang ceritanya bagus, lho,” kataku sambil membuka halaman-halaman buku. “Contohnya ini, Hansel dan Gretel. Dua anak kecil, laki-laki dan perempuan, tersesat di tengah hutan. Mereka terpisah dengan kedua orang tuanya.”

Aku terus saja membaca. Bella yang biasa mendengar caraku membaca segera diam memperhatikan, tak begitu peduli dengan anak-anak yang menjawil-jawilnya.

“Di dalam hutan yang gelap, mereka kedinginan, juga kelaparan,” aku menghentikan bacaan dan melirik anak-anak. Mereka mulai ikut memperhatikan buku cerita bergambar yang kubaca.

“Tiba-tiba, mereka melihat sebuah rumah yang diterangi cahaya. Rumah itu terbuat dari kue!” Suaraku meninggi dan berhenti. Tepat seperti dugaanku, anak-anak itu melihat ilustrasi buku yang kutunjuk. Aku melipat buku dan menatap mereka satu persatu.

“Dinding rumah kue itu terbuat dari krim vanila warna putih, lantainya dari coklat blok warna abu-abu, sedangakan tiangnya… Kalian tahu biskuit yang seperti batang, dengan coklat melingkar-lingkar?” tanyaku dengan mata bergantian menatap mereka. Beberapa mengangguk, lainnya diam.

Bella yang terbiasa mendengar aku ekspresif saat membacakan buku segera minta kupangku dan meminta membuka halaman buku. Aku menurutinya.

“Tiangnya dari biskuit dengan lingkaran coklat. Atap rumahnya terbuat dari biskuit rasa keju!” Aku memekik kecil. Aku melihat mata anak-anak itu membulat. Hahaha.

Aku pura-pura menjumput atap rumah ilustrasi dalam buku, lalu berlaku seolah sedang mencicipi ‘rasa keju’. “Guriiih, sekali.”

Saat melirik anak-anak itu, kulihat mata mereka membulat dan ikut merasakan ‘kepura-puraanku’. Hahaha. Aku ingin tertawa sebenarnya, tapi kutahan. Aku tidak ingin merusak khayalan mereka.

“Nah, kalau mau tahu lanjutannya, kalian baca sendiri, ya!” Aku menutup buku dan menyimpannya di karpet. Beberapa anak berebut ingin membuka halaman berikutnya. Aku diamkan saja selama buku itu tidak rusak, meski sebenarnya aku ketar-ketir juga. Hahaha.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==