Sejarah Rumah Dunia 6: Anak Kampung vs Anak Komplek

Namun, anak-anak kampung sekitar berbeda. Pekerjaan orang tua mereka berkisar dari petani, kuli bangunan, pengasong, tukang parkir di jakarta, pedagang, atau ibu-ibunya buruh cuci dan asisten rumah tangga. Aku bukan meremehkan pekerjaan jenis ini, tetapi kenyataannya bagi anak-anak yang berasal dari orang tua dengan pekerjaan ini ketersediaan buku bacaan sangat minim. Urusan perut masih menjadi masalah utama.

Tambah lagi, perlakuan anak-anak komplek yang menganggap anak-anak kampung adalah setingkat di bawah mereka. Saat anak-anak kampung berjalan melewati komplek, anak-anak komplek akan memandang rendah, tak jarang mengolok-olok. Ini aku dengar dari anak-anak kampung yang bercerita dengan sedih. Anak komplek pun mengakui sikap mereka, dan tetap tidak mau atau sulit berbaur.

Padahal kalau menurutku, potensi mereka bisa saling mendukung. Anak komplek cenderung lebih banyak wawasannya dan menggebu-gebu dalam menerima informasi, sedangkan anak kampung cenderung kurang wawasan tetapi sabar untuk belajar. Kesabaran menerima informasi ini menjadikan mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana dan remeh, tetapi mendasar untuk diketahui.

Dua hal ini menarik digabungkan, dan kukira akan menaikkan tingkat pengetahuan mereka. Yang belum tahu jadi tahu, sedangkan yang pintar akan semakin tahu lebih dalam. Tidak akan terjadi yang pintar akan semakin bodoh karena mengajari orang bodoh, kan?

Tetapi yang terjadi ya tetap ada dikotomi anak komplek dan anak kampung. Aku sebenarnya tidak terima dan memilih berpihak ke anak kampung. Tentu tidak kutunjukkan terang-terangan, tapi saat anak kampung datang, aku berusaha menunjukkan lebih banyak informasi dan pengetahuan dari sebuah buku.

Aku ingin mereka mendapat akselerasi kecerdasan dan lebih banyak kesempatan belajar. Katakanlah aku tidak adil, tapi mengingat minimnya buku bacaan di rumah mereka, aku pikir sah-sah saja ketidakadilan ini.

Rumah Dunia, 3 Maret 2024

Catatan: Kondisi ini tahun 1998-an ya, jadi berbeda dengan kondisi sekarang.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==