Ketika kusodorkan buku cerita bergambar berisi kisah klasik yang mendunia, mereka seperti melihat keluar jendela dengan pemandangan luas. Ada yang memandangi ilustrasinya lama-lama, ada yang cepat membuka halaman supaya bisa ganti membuka buku lain, ada yang perlahan membaca dan menyimak isinya.

Ada pula yang hanya diam memegang buku, celingukan melihat reaksi teman-temannya. Untuk yang tipe ini, aku menawari membacakan bukunya. Kemudian aku menyadari bahwa untuk selanjutnya si anak ini tak perlu dibacakan lagi.

Esoknya ketika memegang buku yang sama, ia hanya memperhatikan ilustrasi, seolah sudah tahu jalan cerita tanpa harus membacanya. Untuk beberapa halaman yang terlupa, ia akan menyodorkan buku padaku dan bertanya bunyi teks yang tertera.

Hal-hal ini yang menjadi hiburan suamiku saat pulang ke rumah. Ia minta aku bantu doa agar kami dapat membuat atap yang menaungi teras samping.
Rumah Dunia, 4 Maret 2024



