Senyum Sapu Lidi di Rumah Dunia

Di Rumah Dunia, kami para lelaki sering menggantungkan banyak sapu lidi. Itu untuk mengingatkan kami, bahwa jika talinya terlepas, pasti akn cerai-berai. Biasanya yang membuat cerai-berai itu adalah 3 hal : tahta, harta, dan wanita.

Saya bahkan menuliskan puisi “Sapu Lidi” pada tahun 2013. Puisi ini juga untuk saya, agar berhati-hati. Saya selalu berdo’a tidak tergoda tiga hal itu, terutama kepada wanita. Sebagai lelaki keinginan memiliki istri seratus seperti raja-raja Jawa tentu mengunang selera. Alhamdulillah, hingga hari ini satu istri pun begitu indah saya arungi.

Bacalah puisi Gol A Gong di bawah ini:

SAPU LIDI

Di setiap rumah ada sapu lidi
Semua berebut membersihkan diri
Satu lepas, semua mengumpulkan
Mengikatnya kembali
Kuat-kuat

Setiap sapu lidi anak-anak masa depan
Mereka tak boleh bercerai berai
Aku mengajari mereka waspada tiga hal
: tahta, harta, wanita

Satu lidi milikku telah dirampas tahta
Satu persatu menghamba hina pada lainnya
Aku tak punya hak lagi mengikatnya
Mereka telah menentukan pilihan

Sapu lidi ada di mana-mana
Kuharap semua mengikat erat talinya

*) Tanah Abang, 12/4/2013 – Rumah Dunia 6 Januari 2025

Klik link video pembacaan puisi Sapu Lidi oleh Gol A Gong:

Semoga kita tetap jadi sapu lidi, selalu bersama-sama walupun warnanya berbeda. Seperti halnya juga di Rumah Dunia.

Gol A Gong

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==