Surat dari Qatar: Yakin Masih di Rumah Aja? Merantaulah!

“Itulah canggihnya Jepang, makanya mereka negaranya maju, tidak seperti Indonesia yang masih saja selalu berkembang” Kata paman temanku itu sambi membongkar muatannya di depan kami yang seperti menemukan harta karun.

     Aku dan sahabatku itu kompak “menginterogasi” pamanku tentang seluk beluk perantauan dia ke Jepang.

    Yang paling menggiurkan kami ya ketika melihat uang pecahan seratus ribu yang berhamburan dari tas punggungnya itu. Maklum, anak remaja kelas 2 SMK masih hedonis.

Hehehe.

    “Ngga salah kok kamu merantau karena ingin gaji gede. Kan uangnya bisa buat modal usaha di sini, bisa mempekerjakan banyak orang, bisa membuat kamu lebih bermanfaat buat orang lain” Paman temanku itu menjelaskan lagi.

    Singkat tapi padat.

    Karena waktu itu aku belum mengenal internet, jadi sumber informasi satu-satunya ya paman temanku itu.

Setiap berkunjung ke rumah sahabatku itu, kami bertiga asyik membicarakan pengalaman-pengalaman paman sahabatku itu.

    Pertemuan-pertemuan yang langsung membuatku mengubah mimpiku lagi.

    Aku harus ke Jepang!

     Waktu itu sih aku tidak tahu entah bagaimana caranya dan dari mana jalannya. Yang ada di pikiranku, setelah lulus sekolah aku tidak mau bekerja di Bandung.

    Aku harus merantau!

   

“Dan singa jika ia tidak keluar dari belantaranya maka tak akan dapat menerkam mangsa, anak panahpun jika tidak keluar dari busurnya maka tak akan mencapai sasaran tembak”

    Syari yang sangat indah dari Imam Syafii untuk merantau atau hijrah dari tanah kelahiran itu juga semakin membuat keinginanku merantau semakin menggebu-gebu.

    Di salah satu ceramah seorang ustadz ketika menerangkan bagaimana dahsyatnya kisah hijrahnya Rasulullah dan para sahabat.

    Keputusan hijrah ini sangat fenomenal karena menjadi awal dari kejayaan Islam di dunia yang berabad-abad lamanya.

    Bukankah Rasulullah SAW adalah sebaik-baik teladan?

    Walau pun tentunya aku merasa tidak akan membuat perubahan yang sedahsyat itu, tapi ada satu hal yang selalu kuingat dari ceramah itu.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==