Proses Kreatif Menulis Buku Puisi Air Mata Kopi

Suatu hari sekitar awal tahun 2013, saya minum kopi di Starbucks Cofee. Kita tahu kedai kopi modern ini perusahaan dengan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat, kantor pusatnya di Seattle, Washington. Harga kopinya kita sudah maklum. Saya datang ke sini bukan sekadar minum kopi saja, tapi juga sedang observasi perilaku orang-orang. Saya sedang mencari ide tulisan. Syukur-syukur bisa menemukannya.

Puisi Itu Pengalaman Puitik Penulisnya

Seminggu di bulan akhir November 2020 ini saya merenung. Pertikaian agama, Covid-19, masker, dakwah, nabi, imam besar, presiden, gubernur, koruptor, Pilkada serentak memnuhi kepala. Saya sedih karena tidak mampu berbuat apa-apa. agama dan politik, betapa rumit.

Maka jadilah puisi di bawah ini. Jangan takut puisi yang kita tulis dicap jelek. Kalau dikritik sampah, jangan marah atau putus asa. Biarkan saja. Tugasmu mendokumentasikan perasaanmu sudah selesai. Tulis lagi puisi yang lain dan jadikan kritikan tadi penyemangat untuk memperbaiki diri.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)