Relawan Rumah Dunia, Manggung Dadakan di Festival Hari Buku Nasional

Hari kedua Festival Harbuknas – Kamis 27/5/2021 – berjalan dengan baik. Stand Rumah Dunia (RD) selalu penuh pengunjung,. Ada yang datang untuk beli buku, ada yang konsultasi kepenulisan, ada yang menunggu Gol A Gong membagikan buku gratis, ada juga yang sekedar ingin foto-foto dengan Gol A Gong.

Ditengah tengah padatnya pengunjung disitulah peran relawan diuji, mencari cara agar pengunjung yang menunggu giliran untuk menghampiri Gol A Gong tidak begitu monoton dan merasa bosan. Kami melakukan cara untuk bersikap ramah agar menjaga kehangatan suasana, mampu merespon dan juga menyambut dengan baik, dan juga menampilkan sesuatu agar tidak monoton dan bosan, seperti akustikan contohnya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Jurnalistik Rumah Dunia

SERANG-Meski di bulan Ramadan, Rumah Dunia (RD) tetap konsisten menjalankan aktivitas Kelas Jurnalistik (KJ). Pagi ini (Selasa 20/4/2021) para relawan mengikuti KJ yang dimulai dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Materi yang disampaikan Gol A Gong sebagai mentor adalah “praktik menulis berita”.

KJ ini biasa dilakukan setiap Selasa, diikuti oleh relawan inti yang tidur di mess relawan dan dibimbing langsung oleh Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik relawan.

Bukan hanya KJ, tapi Kelas Cerpen hari Kamis pagi dan Kelas Esai (orasi literasi) Jum’at malam.

Gol A Gong berharap kemampuan relawan Rumah Dunia di bidang menulis harus tetap diasah dan dikembangkan. “Menulis itu harus tetap dilakukan, saya tetap ingin mengadakan kegiatan ini agar semua relawan tetap konsisten di dunia kepenulisan,” ungkap Gong.

Taufik R Insan – relawan Rumah Dunia asal Menes, Pandeglang senang dengan Kelas Jurnalistik ini. “Menulis berita melatih sikap kritis saya,” katanya.

Kelas Jurnalistik – bagian dari Kelas Menulis Rumah Dunia, diluncurkan pertama kali pada 2002, sudah banyak melahirkan wartawan handal di Banten, bahkan menembusnya nasional. (*)

*) Tulisan ini tugas praktik menulis berita oleh Niko Sanjaya – peserta Kelas Jurnalistik . Tidak ada yang diedit.

#Komunitas Rumah Dunia #relawanrumahdunia #tamanbacaan #kelasjurnalistik #aktivitasramadan #perpustakaanmasyarakat

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Cinta yang Menangis, Cinta yang Berduka

Ada banyak kejadian yang menyentak kita di tahun 2020 ini. Mulai dari dampak Covid-19 yang membuat tatanan kehidupan berubah total. Tidak berhenti di situ, di tengah kesulitan yang melanda, cobaan banjir juga terus terjadi di beberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten. Dari banyaknya kejadian yang menimpa selama 2020 ini, kami, Rumah Dunia mengajak penulis/penyair di Banten untuk merefleksikan kejadian-kejadian selama satu tahun ini dalam bentuk puisi.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Pisang Goreng Relawan Rumah Dunia

Pagi yang indah. Biasanya Tias Tatanka menyuguhi saya sarapan jus atau nasi goreng dengan sedikit ratapan, “Please, Beb…” Tapi Jum’at pagi ini, 11 Desember 2020, saya yang baru saja memijit tombol “on”, mau melanjutkan penulisan novel Balada Si Roy: Spider, prekual di Bandung, sebelum Roy pindah ke Serang, Hilman Lemri muncul di jendela, “Sarapan, Mas…”

Hilman masuk ke ruang kerja saya lewat pintu rahasia. Dia membawa sepiring pisang goreng yang dibuatnya sendiri. Dia relawan Rumah Dunia yang sukses secara akademis, S2 FIKOM UNPAD Bandung. Setelah lulus sertifikasi editor, dia ditarik Firman Venayaksa jadi editor di Untirta Press.

Sekarang Hilman sedang merencanakan mencari tempat tinggal, memberikan kamarnya kepada relawan baru. Masya Allah, memang beda ya kalau yang udah punya rencana mau nikah mah. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Regenerasi Pemimpin di Rumah Dunia

Ketika Komunitas Rumah Dunia tumbuh pada 2002, saya dan Tias Tatanka berpikir, siapa nanti yang akan meneruskan? Regenerasi itu penting. Allah SWT mendengar doa saya. Dikirimlah Firman Venayaksa yang fresh from the oven, UPI Bandung. Saya sudah membaca namanya di mailing list Cybersastra. Pada 2005, Firman menggantikan saya sebagai Presiden Rumah Dunia hingga 2010. Kemudian diteruskan Ibnu Adam hingga 2015, lalu Ahmad Wayang sampai 2019, dan kini Abdul Salam ke 2025 nanti.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Relawan Rumah Dunia

Sudah seminggu ini, sejak 12 Juli 2020, di sela-sela mengajar novelbest seller di Kelas Menulis Gol A Gong secara online, saya rajin mengamati foto-foto di folder laptop saya. Ternyata banyak sekali orang tersenyum di foto-foto itu. Saya jadi senang mengamati orang tersenyum. Itu membuat saya bahagia juga.

Di foto ini, lihat! Kedua orang itu sedang tersenyum. Sebelah kiri  Rudi Rustiadi dan kanannya Hilman Lemri  – mereka relawan Komunitas Rumah Dunia . Mereka saya sebut “para kreator”, karena hampir tiap hari melakukan aktivitas yang kreatif.

Karir mereka di dunia kepenulisan, alhamdulillah, sudah menjanjikan. Kini Rudi bersama Abdul Salam dan Charlis Ridho mengelola akun YouTube Rumah Dunia TV dan Hilman ditransfer Firman Venayaksa ke Untirta Press.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Para Tutor di Rumah Dunia Sejak 1998 – 2020

Rumah Dunia dimulai di garasi rumah, pindah ke teras rumah pada 1998. Saat itu Tias Tatanka yang membacakan dongeng kepada 2 anak kami yang masih balita – Nabila Nurkhalishah (1 tahun) dan Gabriel masih di kandungan. Saya saat itu bolak-balik Serang – RCTI di Kebon Jeruk.

Tahun 2000 kami berhasil membebaskan tanah seluas 1000 m2 di halaman belakang rumah. Kami membangun pendopo di tengah kebun. Tias terus saja mendongeng kepada anak-anak kecil di kampung Ciloang sambil menyusui putra kedua, Gabriel Firmansyah. Saat itu suasananya lebih pada mendongeng dan bermain. Kami ingin Nabila dan Gabriel tumbuh di lingkungan literasi yang sehat.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5