Boots adalah perjalanan. Bagiku boots sudah membawaku ke 11 negara, mencoba mengenali diriku sendiri.
Inkoktober 3: Boots

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Boots adalah perjalanan. Bagiku boots sudah membawaku ke 11 negara, mencoba mengenali diriku sendiri.

Biasanya aku anti makan bumbu. Sebelum makan aku akan sibuk menyingkirkan kepingan bawang, bumbu umbi-umbian, bahkan daun bawang juga kupisahkan ke pinggir piring. Tapi kali ini aku nggak peduli, kecuali umbi-umbian, cengkeh, dan daun jeruk yang tetap kubuang, semua bahan kulahap.

Sejak dulu saya menyukai fashion. Tentu cita-ita jadi foto model hanya ada di angan-angan. Tapi tidak ada salahnya selalu bergaya jika sedang difoto.

Ke mana kita akan mencari dan menemukanmu? Dalam labirin, menemukanmu penuh perjuangan.

Tim teri nasi ini dibumbui ketumbar, kunyit, serai, daun jeruk, oregano, parsley, lada putih, garam, dan keju parmesan. Bukan gaya-gayaan, tapi dasar aku suka eksperimen saat memasak.

Aku berpesan pada yang bikin sedih itu, agar berlatih lagi, karena tahun depan dia lulus SD. Dia harus mengejar banyak dalam waktu sempit. Ada konsep dasar matematika yang belum dia ketahui. Aku sampai mikir harus kasih perhatian khusus ke anak-anak macam gini.

Kita pasti pernah membaca sejarah Taj Mahal, yaitu kuburan atau makam seorang perempuan bernama Mumtaz Mahal. Suaminya seorang Kaisar Mughal, Shah Jahan, sangat mencintai Mumtaz Mahal. Untuk mengenang istrinya yang meninggal pada 1631, Shah Jahan membangun Taj Mahal.

Saya sering menemukan, Kepala Sekolah memberlakukan razia handphone. Murid-murid “diteror”, agar pintar dan jadi kebanggaan sekolah. Si murid tidak boleh salah dan sekolah harus hebat. Tidak ada kebahagiaan di wajah para murid.

Ketika menoleh ke syal lain yang lebih “norak”, aku jadi berpikir, kain polos apa yang akan cocok untuk syal-syal itu? Aku menyentuh syal-syal itu dan “mengasihani” nasibnya yang mungkin akan sendirian. Orang akan mikir agak repot memadankan warna “norak” mereka dengan warna lain.

Mestinya orang-orang tidak memasalahkan tubuh saya yang tidak sempurna ini, tapi lebih peduli dengan jiwa saya apakah sehat atau tidak. Tapi orang-orang memang masih suka dengan menilai seseorang itu dari tampilan luarnya.

Jika ingin mengundang saya, sila kontak Tias di WA 0819 0631 1007. Saya menyesuaikan. Keuntungannya mengundang saya, sekali dayung 3 pulau terlampaui. Mengundang untuk pelatihan menulis, bisa dapat bonus materi Literasi Keluarga.

Banyak pesan masuk ke kotak pesan saya, menanyakan bagaimana caranya mengundang Gol A Gong. Silakan kontas saya – istri Gol A Gong – di 0819 0631 1007.

Betul-betul ajaib hidup saya. Ini memang karena kalau saya melakukan suatu pekerjaan, selalu meminta restu kepada Bapak-Emak. Saya tidak berani melakukan tanpa restu mereka. Saya juga menyadari, kesuksesan saya ini tidak berdiri sendiri. Banyak orang membantu dan mendoakan saya.

Saya mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Saya ubah caranya, yaitu saya membuka percakapan dulu dengan mereka, bahwa kami akan berdiskusi tentang sebuah ide. Bahkan kami mengjak mereka untuk ikut bergabung menanggapi.

Tempat kancing kubuat sembari nonton tutorialnya di vlog penjahit. Serius. Tiap mau bikin tempat kancing dan lupa, aku mencari beberapa video yang cocok. Sungguh proyek serius dilandasi cinta.

Setiap pagi, kami pandangi kursi-kursi yang lain. Berharap mereka ada tentu tidak adil. Paling juga si sulung Nabila dua minggu sekali weekend, duduk menemani makan sambil menceritakan mimpinya domisili di luar negeri.

Ternyata ada drama juga, gais. Lubang kancing yang kubuat tak sebagus kemeja-kemeja sebelumnya. Aku harus membongkarnya dan berniat menjahit ulang. Demi melihat tempat kancing yang susah payah kubuat, rasanya sayang kalau lubang kancingnya gagal lagi. Mana jahitan yang kubuka menyisakan lubang-lubang kecil bekas jarum jahit. Hiks.