Gunung Agung memang begitu menakjubkan tapi bisa menyelesaikan pendakian ini bersama-sama adalah hal paling mengesankan lainnya.
Petualangan Menuju Atap Bali

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Gunung Agung memang begitu menakjubkan tapi bisa menyelesaikan pendakian ini bersama-sama adalah hal paling mengesankan lainnya.

Penulis itu tidak sekadar melihat. Tapi dia menemukan. Dengan teori jurnalistik – 5W plus 1H, hal biasa jadi luar biasa. Jadi setiap sedang berada di ruang terbuka seperti stasiun kereta api, bandara, pasar, atau terminal bus, maksimalkan panca indera kita.

Bukit ini dikenal dengan keindahan bentuknya yang unik seperti tangga-tangga yang menjulang, dan warna coklat kemerahan yang menyatu dengan alam sekitar.

berkunjung ke Kupang di November dan Desember. Bunga-bunga Flamboyan bermekaran di setiap sudut kota. Betapa indah.

Bagi saya ini “menembus batas”. Rasa lelah ketika mengayuh, terkena angin dari truk besar yang melaju kecang sehingga nyungsep di parit, kepanasan dan kehujanan, hampir putus asa karena Bangkok terasa begitu jauh. Itulah yang kemudian menempa hidup saya jadi kuat. Setiap ada kesusahan selalu ada kesenangan.

Sekarang juga tetap memakai topi laken untuk kepentingan fashion saja. Sebagai Duta Baca Indonesia, saya harus berpenampilan unik, jangan tampil terlalu formal. Topi lakennya memang modis. Aku beli banyak dan sering juga “diambil” peserta.

Kini Si Biru punya kesempatan Safari Literasi menjelajah Borneo dan Sulawesi di Januari-Desember 2025. Saya selesai sebagai Duta Baca Indonesia di Desember 2025.

Saya ushakan agar di setiap traveling, saya harus peka. Catat detail-detailnya dalm ingatan. Dengan teknologi smartphone, kita bisa merekamnya dan mengenangnya di rumah. Setelah itu, mari kita melukis dengan kata.

Palangkaraya ibu kota Kalimantan Tengah. Ini kali kedua saya datang ke sini. Selalu menikmatinya. Apalagi dulu Bung Karno mendeklarasikan, bahwa Ibu Kota Negara Indonesia harus di Kalimantan. Presiden RI, Joko Widodo, mewujudkannya di Sepaku, Pontianak, Kalimantan Timur.

Gol A Gong sejak SMA sudah traveling; dia menyandang ransel bisa seminggu, sebulan, bahkan 2 tahun. Dia nebeng truk, pick up, perahu kayu, kereta gerbong, dan apa saja yang siap menerimanya tumpangan. Segala pengalaman ditulisnya dalam bentuk puisi.

Berlibur di Kota Semarang sangat menyenangkan, selalu ada tempat baru yang dapat kita eksplor untuk menambah wawasan kita tentang sejarah Indonesia

Saat Safari Literasi Bangka, saya dan Rudi mengisi temu penulis di Gedung Perpustakaan Bangka Tengah. Setelah selesai, Kepala Dinas, Bu Elly mengajak kami menikmati mie Koba. Hmm, masih lezat di lidah

Sebetulnya saya sedang mengurangi kuliner dengan rasa pedas. Tapi peristiwa puitik makan siang dengan suasana hujan deras bersama Rektor Universitas Muhammadiyah dan jajarannya, Suparman dan istri, sangat mahal untuk dilewatkan. Saya memilih bahagia dengan kuliner lempah kuning bangka.

Kalau ke Banda Aceh, cobain saja naik angkutan kota. Nanti pas di tugu pena itu, jangan lupa pegangan ke penumpang di sebelahnya dengan mesra, ya. Tapi lihat-lihat dulu. Kalau bapak-bapak atau ibu-ibu, ya, jangan ya dek jangan.

Sudah lama saya tidak naik Sriwijaya. Jika ke Babel atau Palembang, saya pasti naik Sriwijaya. Jam penerbangannya ada yang siang sehingga banyak waktu dari Serang ke bandara Soekarno-Hatta. Semoga semuanya berjalan lancar.

Safari Literasi Duta Baca Indonesia saya sebagai founder taman baca Pustaka Erbang di Anyer Kabupaten Serang sekaligus relawan Rumah Duni nambah lagi. Setelah Safari Jakarta hingga NTT, Maluku, kini Jepara. Terima kasih, Mas Gol A Gong.

Sejak era digital di awal 2000-an jingga sekarang, menulis jadi lebih mudah dan produktif. Dengan laptop, saya bisa nongkrong di cafe berjam-jam. Ada coworking space. Apalagi jika sedang di dalam kereta api atau bus, dengan HP di tangan, saya bisa bebas menulis apa saja untuk medsos. Di bandara juga, saya selalu mencari coworking space. Ini sangat membantu.