Nah, bagi yang tertarik untuk berkemah, Pulau Merak Kecil bisa menjadi salah satu destinasi pilihan.
Traveling: Berkemah di Pulau Merak Kecil

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Nah, bagi yang tertarik untuk berkemah, Pulau Merak Kecil bisa menjadi salah satu destinasi pilihan.

Secara sederhana, jika kamu hendak menulis proses pertama yang harus kamu lewati adalah membaca; buku dan bukan buku. Teks dan konteks. Yang tersurat dan tersirat. Ya, membaca saja. Lakukan itu setiap hari seperti kau makan dan minum atau ngopi dan merokok. Isi terus pikiran dan hatimu dengan membaca buku dan melakukan perjalanan (membaca dunia).

Pada 1986-87, saya memutuskan mundur dari Fakultas Sastra, UNPAD Bandung. Saya memilih traveling. Bagi saya itu riset lapangan. Dua tahun saya mengelilingi Nusantara. Jika habis, saya tantang jagoan-jagoan kampung. Jika mereka kalah, sya dapat uang. Begitulah foto-foto ini menyimpan kenangan masa muda saya.

Walaupun lightingnya bagus banget bikin muka keliatan lebih cerah, tetep aja rasanya kurang nendang karena kurang HD.

Traveling ala backpacjer bersama Emak-Emak ini unik. Pokoknya jangan kuatir soal makanan. Di ransel mereka segala jenis makanan ada. Tinggal minta saja, jangan malu. Pokoknya happy, deh.

Nasi kapau memiliki cita rasa khas karena menggunakan berbagai sayuran seperti kol, nangka, dan kacang panjang.

Seru banget deh, padahal dulu photobooth identiknya cuma photobox biasa, tapi sekarang konsepnya berkembang berkat pengaruh budaya Korea.

Trip mendadak kali ini sangat menyenangkan dan berkesan. Kami menikmati suasana Kota Solo tanpa terlalu sibuk dengan handphone masing-masing

Yang bikin aku betah di rooftop PVJ itu anginnya, haha. Mungkin kedengarannya ga penting, tapi bisa ngeliat bunga-bunga sambil kena angin langsung tuh bisa jadi caraku riset pikiran. Buat orang lain, PVJ mungkin cuma mall biasa. Tapi buatku, rooftopnya sendiri kayak tempat singgah kecil di tengah padatnya aktivitas.

Selama di Batam, hampir setiap hari diisi dengan jalan-jalan. Pagi, siang, sore, bahkan tengah malam pun kami masih keluyuran.

Dalam Hongkong City Tour kali ini kami diajak mengunjungi beberapa tempat hits di Hongkong seperti daerah Central, , Victoria Park, Victoria Harbour, Masjid Wanchai, Ladies Market, dan beberapa tempat lainnya. Berbagai mode transportasi kami gunakan mulai dari MRT, bus tingkat, sampai kapal Fery.

Destinasi terakhir Ho Chi Min city tour ini adalah Ben Than Market. Di sini banyak dijual kopi Vietnam, souvenir, pakaian, dan juga aneka ragam makanan yang bisa dijadikan oleh-oleh. Sebelumnya, Peter, guide kami menyarankan agar menawar harganya setidaknya 50%. Perlu skill tawar menawar yang tinggi untuk berbelanja di sini.

Setelah keluar dari bagian imigrasi. Kami disambut oleh Peter, guide kami yang merupakan orang asli Vietnam tapi bisa berbahasa Melayu. Peter menyambut kami dengan ucapan selamat datang sambil mengalungkan bunga ke kami bertiga. Loh, rasanya kok seperti pejabat saja.

Turis Indonesia tidak perlu visa jika traveling ke Vietnam. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal masuk ke Vietnam. Bukti perjalanan selanjutnya, seperti tiket penerbangan selanjutnya atau pulang. Cukup halaman kosong di paspor untuk stempel masuk

Dan saya percaya, Allah akan selalu membukakan jalan bagi siapa saja yang ingin mengenal-Nya lebih dekat—melalui perjalanan.

Wisata religi memang memiliki dua sisi. Ia bisa menjadi ajang edukasi dan toleransi, tetapi juga berpotensi mengikis sakralitas jika tidak diimbangi dengan aturan yang jelas dan kesadaran dari pengunjung.

Tapi saya percaya, suatu hari nanti, saya akan melangkahkan kaki lagi di pulau ini dengan hati yang lebih lega, tanpa harus menghitung setiap rupiah dalam dompet saya.