Jelang beberapa menit setelah ditinggalkan, terkadang anak itu menangis seperti kehilangan ibunya. Aku yang melihat hal itu, terkadang merasa lucu dan sedih juga.

Namun, tangis itu segera usai setelah dia didekati teman-teman sebaya yang lainnya. Mereka bermain, tertawa, dan bergembira tanpa mengenal masalah kehidupan.
Dari satu anak ke anak yang lainnya, seperti punya kemistri khusus. Sehingga ketika saling tatap, mereka langsung tertawa sendiri dan bermain dengan girang.

Laki-laki dan perempuan tidak ada batasan untuk bermain bersama, setiap hari mereka bisa datang ke Rumah Dunia, untuk menghilangkan rasa bosan di dalam rumah.



