Tangan Kiriku Ada di Mana-mana

Emak menjawab, “Panjang lagi.”

Setiap pagi, aku mengukur tanganku. Kok, tidak panjang-panjang. Aku protes kepada Bapak dan Emak.

Kata Bapak, “Bagaimana kalau sambil menunggu tangan panjang lagi, Heri setiap subuh lari di alun-alun, pulang sekolah baca apa saja, dan sebelum tidur mendengarkan dongeng dari Emak.”

Sejak itu – kata guru ngajiku kalau ingin masuk surga harus menuruti perintah orangtua – yang saya lakukan adalah berolahraga, membaca, dan mendengarkan dongeng. Ridho Allah adalah ridho orang tua.

Dan Allah SWT membalasnya. Aku merasa bersyukur. Ketika SMA, sepulang dari Kejuaraan Badminton Junior se-Jawa Barat dan profilku ditulis di koran Pikiran Rakyat, Emak memelukku.

Kata Emak, “Tangan kirimu panjang lagi kan. Tangan kirimu sekarang ada di teman-temanmu, guru-gurumu, ada di semua orang yang nanti datang memberi pertolongan kepadamu atau yang kamu berikan pertolongan. Dan nanti istrimu adalah tangan kirimu. Anak-anakmu juga.”

Hari ini aku berumur 60 tahun. Perjalanan hidupku jadi manusia berbeda jika diratapi pasti penuh penderitaan. Tapi jika diperjuangkan, betapa nikmat dan indah. Begitulah 60 tahun perjalanan hidupku.

Gol A Gong – 15 Agustus 1963 – 15 Agustus 2023

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==