TBM Sebagai Wahana Kawah Candradimuka Menjadi Writerpreneur

Tidak lama setelah itu saya kembali dihubungi, “Bapak saya masukkan jadi peserta acara Festival Kuliner, ya. Ada jatah 10 UMKM untuk Dinas di sini. Bapak saya pilih salah satunya,” demikian isi Whatshapp ibu kepala bidang yang ramah itu.

Membaca kabar tersebut hati saya begitu riang. Ini kesempatan yang saya tunggu-tunggu setelah dua tahun membangun Rendang Dapur Mandeh sebagai salah satu giat di TBM saya. Moment ikut pameran seperti ini adalah bagian dari planning-planning saya. Saya selalu senang mendesain suatu privilege yang tidak semua orang berkesempatan mendapatkannya.

Sejak Covid-19 melanda, memang saya mencoba mencari tantangan lain di TBM. Saya yakin dan percaya TBM adalah wahana kreativitas yang terbuka lebar yang jarang dimaksimalkan potensinya. Sangat wajar, pengelola TBM adalah pembaca buku, mereka bersinggungan dengan hal dan informasi baru, saya menangkap kesempatan itu. Saya bisa berkreasi sebanyak mungkin karena didukung dengan buku melimpah.

Singkat cerita, saya hadir di pameran membawa produk. Festival ini diadakan oleh Dinas UMKM Provinsi Papua Barat. Ada sekitar 100 peserta dari berbagai instansi. Untuk masuk list 100 tersebut tidak gampang lho. Ada ratusan pelaku UMKM di provinsi ini. Ada yang bisa masuk list karena dekat dengan dinas, ada jatah panitia, dan hal-hal lain yang membuat event ini seperti tembok yang tidak bisa ditembus secara gampang.

Kegiatan dibuka oleh gubernur, dihadiri bupati, dan dinas-dinas terkait. “Untuk peserta pameran pemerintah provinsi akan memberikan bantuan tunai satu juta per lapak,” sambutan surprise Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw itu disambut teriakan histeris ibu-ibu peserta pameran.

“Itu boleh! Kabupaten jangan mau kalah!” teriak salah seorang peserta.

Bupati yang juga hadir waktu itu juga tidak mau hilang muka, “Saya selaku Bupati juga akan memberikan bantuan bagi pelaku UMKM sebesar satu juta,”ujar Bupati Kab.Manokwari, Hermus Indouw yang disambut dengan tepuk tangan peserta festival yang sebagian besar Mama-mama Papua itu.

Tidak sampai disitu, Kepala Dinas PU Provinsi Papua Barat malah turun langsung keliling lapak dengan secara spontan memberikan uang cash. Saya waktu itu dapat 500 ribu. Acara festival tersebut begitu berkesan bagi saya. Selain bantuan-bantuan langsung tadi, setiap lapak dibantu tenda jualan, kalau diuangkan di Papua harganya bisa sekitar 1 juta.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==