Lalu untuk sampah organik non biji, aku sediakan satu galon lagi yang diisi tanah. Tisu-tisu masuk ke situ. Nanti ditambah tanah lagi sedikit. Usaha ajalah prok prok prok jadi apa gimana nanti.

Ember hitam itu isinya air sabun, buat merendam bungkus plastik yang masih ada sisa makanan. Nanti dicuci dan ditiriskan, setelah kering baru dibuang. Ih, kurang kerjaan, ya! Tapi ini jadi pembelajaran buatku untuk selalu mengingat masa depan anak cucu. Haiah.

Habis minum, gunting botol, jadiin pot kecil, tutupnya disimpan, sisanya digunting dan dimasukkan galon. Cuma butuh sekian menit, nggak mengganggu waktuku untuk rebahan juga. Eh gimana.
Kalau sudah penuh galonnya untuk apa? Ya disimpan dulu, nunggu galon-galon berikutnya. Nanti ditata melingkar, atasnya diletakkan papan, bisa buat meja. Kalau sudah banyak galon tersedia, papannya diganti yang lebar, dilapisi kasur lipat biar bisa buat rebahan.

Rebahannya yang kreatif, ya! Sambil cari ide, atau ngetik naskah pakai speech to text. Azeeek.
Tias Tatanka


