Pertama saya amati detail lokasi ruang tunggu rumah sakit. Dimulai dari pintu masuk sebelah timur. Kiri-kanan-depan banyak pintu tertutup dengan label nama dokter dan spesialisasinya. Orang–orang duduk di kursi warna hijau selaras dengan seragam perawat, yang sibuk memanggili orang-orang untuk diukur dulu tensinya.

Kemudian detail orang-orang. Ini yang menarik. Saya harus memutuskan, kali ini pilihan jatuh kepada siapa untuk tokoh fiksi saya berikutnya. Inilah yang disebut proses menjadi orang lain dalam menulis fiksi (cerpen dan novel).

Ada yang pake kursi roda, disangga tongkat, terbungkuk-bungkuk, bayi menangis digendong ayahnya….
Masih banyak lagi.

Saya sekarang sedang proses menjadi orang lain. Barangkali saya akan jadi orang yang duduk di kursi roda….
Dengan pengalaman membaca yang tersurat dan tersirat, jika tidak ada kesempatan mewawancarai si kursi roda, tinggal riset pustaka saja lewat bacaan internet atau yang lainnya.

Kita lihat saja nanti
Gol A Gong



