Penulis pemula sering berpikir, bahwa tooh di dalam cerita yang akan kita tulis harus tokoh protagonis atau tokoh baik. Padahal dalam menyampaikan pesan moral yang baik tidak selalu harus lewat tokoh baik.

Kita sering mengabaikan tokoh antagonis atau tokoh tidak baik. Padahal tokoh antagonis berpeluang merebut hati pembaca. Tokoh antagonis lebih atraktif dan impresif ketika membawakan pesan moral si penulis kepada pembacanya.

Bukankah perempuan cantik sering tergila-gila kepada tokoh bad boy? Kamu sendiri, bagaimana?
Gol A Gong



