Hal inovatif lainnya dari Syarif Bando yang membuat kagum ketika merumuskan 5 tingkatan literasi:

1.Memiliki kemampuan baca, tulis, hitung, sains, dan pembentukan karakter anak bangsa.
2.Akses bahan bacaan terjangkau, akurat, terkini, lengkap dan terpercaya dengan minimal 10 sumber/mesin pencari ilmu pengetahuan terbaru.
3.Memahami makna tersirat dari yang tersurat.
4.Memiliki mental yang kuat, karakter yang tangguh, inovatif, dan kreatif sebagai antisipasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan perubahan yang cepat.
5.Memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan barang/jasa yang dapat digunakan dalam kompetensi global.

Saya fokus di lapangan berdasarkan 5 tingkatan literasi tersebut. Saat Safari Literasi sejak 2021-2023 digulirkan ke daerah, saya merasakan aura positif. Kadis Perpustakaan dan pustakawannya jadi kreatif dan inovatif.

Di tiap kota yang saya singgahi saat Safari Literasi, nama Syarif Bando harum dengan program-programnya. Pojok Baca Digital, TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial), dan gedung-gedung perpustakaan yang bersolek, dibangun megah dari DAK antara Rp. 5M – 10 M!


