Salah satu penulis asal Banten, Yuni Astuti, yang kini tinggal dan menetap di Karanganyar, Jawa Tengah, mengaku menulis memang dibutuhkan komitmen tinggi.

Ia juga punya pesan bagi penulis pemula yang susah menyelesaikan karyanya. “Kuncinya cuma satu, selesaikan apa yang sudah dimulai,” kata Yuni saat dihubungi wartawan, Jumat, (26/8/2022).

Yuni yang sudah menerbitkan banyak buku ini mengaku punya waktu khusus saat menulis. Yaitu saat malam hari ketika anak-anaknya sedang tidur. Lantas bagaimana cara Yuni menggali ide untuk tulisan-tulisannya?

“Seringnya pake pengalaman pribadi, baik diri sendiri maupun orang lain yang dikenal tapi dengan menyamarkan nama-namanya,” ujar Yuni.

Salah satu buku terbaru Yuni berjudul Bidadari Taman Salsabila (BTS). Yuni mengaku untuk menyelesaikan buku ini dibutuhkan waktu sekitar dua bulan.

“Buku itu menceritakan pengalaman-pengalaman santriwati Salsabila ketika menghafal Qur’an. Itu kisah nyata,” ujar istri dari Tri Hartono (35) ini.

Ia menambahkan, dalam proses kreatif menulis buku BTS ini, Yuni melakukan wawancara kepada santriwati Salsabila. “Setelah semua data didapat, proses selanjutnya mengolah data tersebut, lalu menarasikannya menjadi sebuah cerita,” terang penyuka buku Tenggelamnya Kapal Van der Wijck ini mengakhiri obrolan.


