Menampilkan: 2415 - 2431 dari 2,528 HASIL

Kalau Menulis Jangan Melamun

Saya mulai menulis secara profesional tahun 1981 dengan mesin tik. Puisi pertama saya dimuat majalah HAI. Saya masih kelas 2 SMA di Kota Serang. Perasaan saya waktu itu melambung tinggi. Honornya dikirim lewat wesel pos, sebesar Rp. 3500,- Semangkok bakso harganya Rp. 250,- Saya bisa mentraktir 8 orang! Peristiwa yang membekas hingga sekarang.

Traveling dan Topi Laken

Saya mendapat hadiah topi laken dari Kapolres Jayapura setelah pertandingan persahabatan badminton dengan pemain dari PBSI Jayapura. Topi laken itu sempat saya pakai ke Wamena, Sulawesi, hingga Kalimantan. Sepulang dari traveling, saya sempat memakai topi laken itu ke Baduy. Kemudian topi itu dipinjam kawan saya dan tidak kembali lagi.

Keliling Dunia Memakai Sarung

Mimpi keliling dunia bagi saya adalah doa dan afirmasi. Dua hal itu dapat dikombinasikan untuk menciptakan sinergi yang kuat. Misalnya, seseorang dapat berdoa untuk mendapatkan kekuatan dan kemudian mengulangi afirmasi positif yang mendukung tujuan tersebut. Alhamdulillah, hingga di usia 61 tahun ini, saya sudah mengunjungi 21 negara .

Nyawa Kecil di Pusaran Dosa

Puisi Esai Gen Baru edisi 2/I/8 Januari 2025 kini hadir. Kali ini “Nyawa Kecil di Pusaran Dosa” karya Mointa Bangki – Duta Puisi Esai 2024 dari Sulawesi Utara. Ini khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti perundungan, mental health, patah hati, broken home, seks bebas, dan narkoba. Sertakan juga link beritanya. Tuliskan antara 400 – 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Baru. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank.

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==