Berkumpul bersama Ibu-ibu Kreatif Rumah Dunia

Jeleknya aku tuh, suka dadakan punya ide, dan nggak peduli orang repot apa ngga karena ideku itu. Monmaap ya gais 🙏🤣Buatku jika tak ada siapa pun kegiatan ini harus tetap berjalan. Toh dulu aku pernah mempraktikkannya saat Komunitas Rumah Dunia baru berdiri di awal 2002.

Aku yang sibuk saat itu hanya menyimpan alat gambar dan kertas, lalu kuminta beberapa anak yang usianya lebih tua untuk menjadi ketua dadakan. Tugasnya membagi kertas, alat gambar, dan mengumpulkan hasil gambar. Sementara aku mengerjakan urusan lain di tempat berbeda.

Namun, hal itu ternyata jadi metoda bagus bagi anak-anak itu untuk melatih tanggung jawab. Tanpa diiming-imingi apa pun anak-anak yang berusia lebih tua bahu-membahu menjalankan kegiatan. Bahkan tak jarang mereka membantu menyapu pendopo dan menata buku kembali. Masya Allah ❤️Beberapa dari anak-anak yang berusia lebih tua itu hari ini hadir sebagai ibu-ibu dan mengikuti kegiatan yang kudesain khusus untuk mereka.

Agar waktu yang mereka keluarkan untuk hadir ke Rumah Dunia bermanfaat, efektif, efisien, dan bernilai ekonomi, maka kegiatannya pun harus punya sesuatu yang bernilai jual. Aku keluarkan manik-manik dan tali senar elastis untuk bahan membuat gelang. Dalam video siaran langsung di bagian lain bisa dilihat kreativitas mereka sampai membuat beberapa gelang. ❤️

Nilai ekonomis lainnya adalah pembagian doorprize berupa sembako. Sekadar gula pasir, tepung terigu, kecap, yang dibeli di warung terdekat, insyaallah bermanfaat untuk mereka. Sebagai pemantiknya, ibu-ibu itu harus membaca buku bersama anaknya, lalu bekerja sama untuk menceritakan ulang isi buku. Beberapa harus dipancing dengan pertanyaan dari relawan.

Apakah terkesan matre dan tidak baik mengiming-imingi dengan imbalan? Silakan menilai apa pun, tetapi hari ini para ibu itu pulang tidak dengan tangan kosong. Ada yang bawa gelang hasil karyanya, ada yang bertambah dengan sembako. Lebih rinci lagi, mereka dapat ilmu membuat gelang dan kesempatan untuk mempererat hubungan ibu-anak.

Barangkali yang selama ini canggung ngobrol sama anaknya jadi punya solusi dengan membaca bersama. Barangkali yang sudah capek kerja cari nafkah jadi refreshing memangku anak sambil baca buku. Barangkali ada yang sedang menyembuhkan masa kecilnya yang kurang kasih sayang orang tua, kini punya kesempatan mengobatinya dengan cara begini. Dan masih banyak barangkali lainnya yang mungkin terjadi.

Jadi begitulah pagi ini berlalu di Rumah Dunia. Insyaallah kami akan menyediakan waktu untuk ibu-ibu ini dan ibu-ibu lainnya. Insyaallah tetap akan tersedia doorprize bagi mereka. Makasih ya, Ibu-ibu semua. 🙏❤️

Terima kasih Diofanny Nita Andriani Andini Fristiantry Naufal Nabilludin Agung Gumelar yang sudah hadir dan ikut repot. Semoga kalian tetap bergembira! ❤️

Makasih hubby Golagong Penulis yang meskipun sedang zoom meeting, tetap mengizinkan aku sibuk di Rumah Dunia. Biasanya aku ada dan standby saat hubby mengajar pelatihan menulis online. ❤️

Terima kasih buat anak-anak kami, Bella, Gab, Jojo dan Kaka, yang di masa kecilnya sering ditinggal untuk urusan Rumah Dunia. 🙏❤️

Terima kasih kepada siapa saja yang pernah, telah, sudah, dan masih mendukung Rumah Dunia. Barakallahufiikum. 🙏❤️

Tias Tatanka

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==