Ketika ditetapkan sebagai Duta Baca Indonesia, yang ada di benak saya adalah “Gerakan Indonesia Menulis Duta Baca Indonesia”. Ini terkait Indonesia kekurangan buku. Bayangkan saja, menurut Perpusnas RI, realitas yang ada adalah 1 buku ditunggu 90 orang untuk Jawa. Sedangkan di Indonesia Timur bisa terjadi 1 buku dinanti 1500 orang. Jadi: bukan budaya bacanya rendah, tapi bukunya yang sedikit. Ternyata itu disebabkan karena Indonesia kekurangan buku!






