Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan menumbuhkan kesadaran literasi masyarakat di Kalimantan Tengah. Hal tersebut disampaikan Elahni Hajati SW, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Kegemaran Membaca Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Tengah.
Saat menyampaikan laporan kegiatan ia juga menyampaikan komitmennya dalam mendukung upaya Perpustakaan Nasional RI dalam penguatan budaya baca secara nasional.


Sementara itu Plh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Tengah, Arthur Mukkun berharap dengan berlangsungnya acara ini dapat memacu semangat literasi di Kalimantan Tengah
Gerakan Indonesia Membaca di Kalimantan Tengah menghadirkan narasumber Fendahapsari Singgih Sendayu, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Bimbingan Konseling Universitas Palangkaraya, Sepmiwawalma, penyusun kamus Bahasa Indonesia-Dayak Ngaju dan Qanita, pegiat literasi yang juga founder Sekolah Sahabat Alam. Serta dimoderatori oleh Duta Baca Indonesia, Gol A Gong.



Fendahapsari Singgih Sendayu menyampaikan bahwa literasi diperlukan untuk menjadi kecakapan abad 21 yang berguna sebagai sarana mengembangkan karakter dan kompetensi. Ia juga menyampaikan budaya baca dan literasi diperlukan untuk melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa.
Sepmiwawalma pada kesempatan yang sama menjelaskan, kemoderenan dapat merusak kebudayaan yang telah ada bahkan sampai merusak alam.

Sementara untuk menunjang budaya baca perlu dikembangkan kemampuan membaca bermakna, di mana seorang akan berusaha membaca dengan memahami ide, isi, atau gagasan baik yang tersurat maupun tersirat.
Sementara Qanita menjelaskannya bahwa para orang dewasa memeiliki kewajiban menunjukkan jalan kepada anak-anak untuk membaca, harus ada orang yang memancing mereka untuk membaca, hingga mereka suka membaca.
Kemudian ia juga mengingatkan agar pada saat pertama anak bisa baca, jangan dihadapkan pada lembar-lembar pelajaran yang banyak. Itulah mengapa perpustakaan sekolah harus punya buku beragam selain buku pelajaran.






