Acara dibuka oleh Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir, dalam sambutannya ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan berkolaborasi dengan UIN Mataram. Masnun mengungkapkan bahwa semasa remaja ia sangat suka membaca dan pergi ke perpustakaan, hingga menemukan jodoh pun di Perpustakaan. Hal lainnnya ia pernah membayar bagasi pesawat hingga jutaan untuk membawa buku-buku dari luar negeri.


Deni Kurniadi, Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berharap kolaborasi seperti ini bisa semakin erat terjalin. Sebab menurutnya membangun literasi tidak hanya membangun gedung tapi juga SDM. Selain itu dengan berlangsungnya acara ini dapat memacu semangat literasi di NTB dan menjadikan buku sebagai salah satu media penting untuk pemberdayaan masyarakat.

Gerakan Indonesia Membaca di NTB menghadirkan narasumber Amir, Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Jamaludin Abdullah, Kepala Perpustakaan UIN Mataram dan Ahmad Junaidi, Dosen Universitas Mataram. Serta dimoderatori oleh Duta Baca Indonesia, Gol A Gong.



Menurut Amir, perpustakaan seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang lebih luas dengan mendorong masyarakat untuk mencari referensi dan informasi. Ia juga mengakui bahwa peran perpustakaan di sekolah-sekolah masih jauh dari ideal. Banyak perpustakaan dipenuhi dengan buku-buku kurikulum yang kurang bervariasi, sementara bacaan penunjang yang dapat memperkaya pengetahuan siswa sangat terbatas.

Sementara itu menurut Jamaludin Abdullah membaca adalah perintah pertama tapi yang paling utama diabaikan umat Islam. Masyarakat Lombok dikenal sebagai masyarakat yang agamis yang kental dengan tradisi mengaji. Namun, tradisi yang kuat ini belum sampai berpengaruh ke tahap mengkaji. Maka, ia mencoba mengenalkan Metode Bhatatsa, metode berdaya dengan quran ini menunjukkan bagaimana aktivitas mengaji juga berpengaruh terhadap tradisi membaca, penumbuhan proses berpikir, imajinasi, dan menulis.

Sedangkan Ahmad Junaidi pada kesempatan itu menekankan pentingnya menulis. Ia juga memberi beberapa tips menulis artikel di media masa. Ia mengungkapkan beberapa cara memulai paragraf awal dengan beberapa metode, seperti dengan mengajukan pertanyaan, provokasi atau mengutip quotes dari seseorang. Ia menyampaikan bahwa menulis adalah merapikan pikiran, menulis bukan sekadar duduk tapi berkeliling.


Acara tersebut dihadiri oleh 200 peserta di Auditorium UIN Mataram, yang juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube PAPPBB Perpusnas RI. Agenda ini merupakan kali ke-18 penyelenggaraan Bincang-bincang Duta Baca Indonesia oleh Perpustakaan Nasional RI di tahun 2024.
Rudi Rustiadi


