Cakrawala 18: Jika Dihina Saya Membalas dengan Tersenyum dan Prestasi

Persoalan kedua? Apa lagi? Kecacatan saya! Setiap saya berhasil mengalahkan lawan yang berlengan dua di lapangan badminton, ada saja orang menghina, “Itu karena lawannya kasihan!” Padahal saya setiap hari berlatih dengan keras. Bada subuh, saya lari pagi. Seminggu 3 kali, saya bersimbah keringat di lapangan badminton.

Bahkan ketika saya berhasil juara kedua tingkat junior di Serang, dikirim ke Kejuaraan Junior Badminton se-Jawa Barat di Sukabumi (1981), nada melecehkan tetap muncul, “Karena kasihan!” Saya satu-satunya atlet badmnton yang menembus pebulutangkis berlengan dua saat itu.

Sekarang di dunia menulis. Ketika cerpen dan novel saya dimuat di media massa Jakarta, juga “karena kasihan”. Novel saya diterbitkan, “juga kasihan”. Bahkan ketika saya memiliki pacar perempuan berlengan dua juga, si perempuannya “kasihan kepada Gol A Gong”.

Apakah saya marah? Tidak. Justru saya membalasnya dengan tersenyum. Gong ingin menunjukkan, bahwa (hinaan) itu adalah lecutan atau motivasi untuk dirinya agar terus maju. Gong mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang melecehkannya. Itu tidak membuat api semangatnya padam.

Jadi pesan dari tulisan ini, jika ingin sukses di dunia kreatif, itu tidak bisa didapat dalam semalam. Saya melewati proses terjal, berlika-liku. Jika berhasil melewatinya, insya Allah, panen raya siap di masa depan. Gusti Allah tidak tidur. Saya mengalaminya.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==