Penulis Pandeglang Menyumbang Buku ke Museum Literasi Gol A Gong

Museum sangat penting sebagai stimulus untuk generasi muda dalam berkarya. Gol A Gong melakukan sendiri di rumahnya dengan membuka Museum Literasi Gol A Gong. Begitupun dengan Andrea Hirata. Ia juga membuka Museum di Babel sana. Sementara saya belum bisa bikin museum, maka hal yang bisa saya lakukan adalah menyumbangkan buku karya saya untuk di koleksi dalam sebuah museum pada Senin, 26 Oktober 2020. Bagaimana dengan Anda? (Hilman Lemri)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Hinaan Dibalas Gol A Gong Dengan Prestasi

Persoalan yang selalu dihadapi Gol A Gong ada 2 hal. Apa itu? Pertama, dia lahir di Purwakarta, tidak di Banten walaupun Emak Gong memiliki kakek dari Caringin, Pandeglang, Banten. Masalahnya? Setiap apa-apa yang dilakukan Gol A Gong, jika mengkritik penguasa korup atau “konflik” dengan warga untuk persoalan kreativitas, yang selalu dipersoalkan adalah “Gol A Gong pendatang”.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Muchtar Mandala, Orang Baik dari Banten Itu Telah Berpulang…

Saya masih ingat senyum Pak Muchtar Mandala. Beberapa kali beliau mengunjungi Rumah Dunia. Paling berkesan ketika ada cara Pesta Seni malam hari di Rumah Dunia, Pak Muchtar Mandala bersarung, asik nonton sendiri. Tidak ada yang tahu keberadaan orang hebat Banten berskala internasional asal Pandeglang itu. Tapi saya memergokinya. Beliau tidak ingin diistimewakan.

Kemudian Pak Muchtar sering mendukung Rumah Dunia. Saya beberapa kali bersilaturahmi ke padepokannya di Pandeglang – Nyi Mas Ropoh. Betapa bersahajanya beliau. Saya kagum. Dia orang hebat. Dia bukan orang biasa. Apalagi ketika dia bercerita masa perjuangannya di Pasar Senen, Jakarta. Dia orang baik.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5