Dua Buku yang Menggegerkan Banten

Dua buku yang menggegerkan Banten ; Banten Quo Vadis (Gong Pubishing) dan Dinasti Banten (Instran Publishing). Kedua buku ini mendokumentasikan tenang sistem politi dinasti Banten. Jika buku Quo Vadis berisi esai-esai yang ditulis para penulis Rumah Dunia, buku Dinsti Banten ditulis oleh Ade Irawan (ICW) dan Bahtiar (wartawan Detik).

Hadiah 4 Buku Tentang Banten dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang

Awalnya saya membaca postingan Budi Lengket. Dia mengunggah 4 buku tentang Banten di WAG TBM Indonsia. Apakah keempat buku itu dijual? Kata Budi, itu hadiah dari Pak Wayu Jamil – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang. Saya mmbutuhkn keempat buku itu. Saya pernah menulis novel tentang Banen berjudul Bulan Bulat Perak, tapi kemudian kena virus dan hancur. Padahal sudah 18 bab. Tidak apa. Hidup memang butuh perjuangan.

Pemasangang Lantai Keramik Auditorium Rumah Dunia

Mohon maaf kepada semua simpatisan Rumah Dunia. Proyek lantai keramik terrunda, karena Covid-19. Alhamdulillah, dana yang terkumpul sekitar Rp. 12 juta dari sahabat semua, mulai kami fungsikan untuk memperbaiki lantai gedung Rumah Dunia dengan keramik pada 29 Juli 2021.

Kami meminta tolong Mang Ikhsan dan Fadli dari kampung Ciloang untuk memasang keramik. Arip – relawan Rumah Dunia sebagai mandor. Mang Ikhsan tentu senang, karena selama PPKM darurat tidak ada pemasukan.

Tahun 2021 yang Menggelora

Awal tahun 2021 yang menggelora. Bukan di peristiwa politik. Tapi peristiwa kebudayaan. Pertanyaannya, sudahkah kita memberikan peristiwa kebudayaan yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia? Atau untuk Banten? Hampir kebanyakan respon dari peristiwa itu, apalagi di era digital ini, seringkali tidak produktif.

Di luar dugaan, peristiwa kebudayaan lewat Film Balada Si Roy besutan Fajar Nugros dari IDN Pictures ini luar biasa. Masyarakat Banten, bahkan Lampung, mendukung. Saya secara pribadi, mengucapkan terima kasih. Tentu selalu ada yang terganggu, saya minta maaf. IDN Pictures selaku rumah produksi juga berkali-kali memohon maaf dan mengucapkan terima kasih kepada semua orang di sekitar lokasi syuting.

Para Pemimpi di Banten

Happy birthday, Maulana Wahid Fauzi (si Uzi) . Saya tulis ini Senin 22 Februari 2021. Kami berempat – Toto St Radik , Andi Suhud Trisnahadi, si Uzi , dan saya memulai dunia Kreativitas di Banten (minus Tangerang) sejak 1990-an bersama para sahabat di Cipta Muda Banten.

Kami para pemimpi. Mimpi kami setinggi mungkin. Kata Bung Karno, “Mimpilah setinggi langit. Jika pun engkau jatuh, jatuh di antra bintang-bintang.” Puitis sekali.

Hingga kini. 2021, kami terus bermimpi setinggi-tingginya.Alhamdulillah, hingga sekarang kami masih terus bergelut di sini. Jurnalistik, sastra, dan film. Kini kami merambah ke penerbitan, tanaman hias, dan kuliner hehehehe. Tentu berkat support para sahabat.

Pesan kami kepada yang muda, jangan menjiplak, saling dukung jika ada teman yang berkarya. Tetap semangat.

Menggenggam Dunia ala Gol A Gong

Resensi buku kali ini agak berbeda dengan biasanya, yaitu memunculkan biografi seorang penulis legendaris yang serig dibaca penulis blog ini. Sejak penulis masih SMP sudah membaca karya-karyanya. “Resensi Buku: Menggenggam Dunia – Bukuku Hatiku”, adalah buku yang sangat menarik untuk dibaca, karena berisi sebuah perjalanan Gol A Gong atau seorang “Heri Hendrayana Haris” dalam mengarungi perjalanannya sebagai seorang penulis. Buku ini sebenarnya adalah hasil dari kumpulan tulisan-tulisan berkelanjutan yang pernah diposting di milis Rumah Dunia, yang kemudian pada sekitar akhir tahun 2004, dimuat di majalah Mata Baca. Baru setelah artikel yag dimuat di Mata Baca selesai , pada akhir tahun 2006 buku tentang biografi Gol A Gong ini diterbitkan oleh penerbit DAR! Mizan.

Banyak hal yang disampaikan Gol A Gong dalam buku ini, khususnya kepedulian Gol A Gong atas keinginan untuk memajukan Banten, apalagi setelah Banten menjadi Provinsi sendiri setelah berpisah dari Provinsi Jawa Barat. Dengan keinginan untuk menuliskan apa yang menjadi idenya, menjadikan Gol A Gong yang senang membaca dan senang traveling, tahu tentang apa yang harus dilakukan untuk memajukan Banten. Hal ini ditunjukkan dengan membangun Rumah Baca.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)