Saya menyebutnya Larantuka, karena selama 5 hari – dari 31 Juli sd 4 Agustus 2024, saya dan Rudi Rustiadi menjelajahi Larantuka sebagai ibukota Kabupaten Flores Timur dengan beragam kegiatan literasi. Saya juga ke pulau Adonara dan ke kecamatan lainnya di SMA Swasta Ile Bura sebelah barat dekat perbatasan Maumere dan taman bacaan masyarakat Polo Porong Polidatang di sebelah timur.



Luar biasa geliat literasinya. Ada beberapa nama yang mudah saya ingat; Maksimus Masan Kian (Ketua PGRI), Zaeni Boli (Ketua PD Forum TBM), Ary Toekan (dari SMPN Panca Marga), Bara Pattyradja (penyair), Hironimus (pustakawan), Velentinus Waton (Kadis Perpustakaan), Innalilahi Boli (guru SMAK Fransiskus Asisi) dan pegiat literasi lainnya yang berkolaborasi menggerakkan literasi di Flores Timur.



Mereka hanya perlu didorong dan dilindungi oleh regulasi yang berpihak pada literasi. Gedung Perpustakaan dari dana alokasi khusus sedang dibangun. Itu akan jadi gedung termegah nanti. Tapi akan jadi gudang buku jika tidak diisi kegiatan literasi.



Saya sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025 pada kedatangan kedua kali ini – yang pertama Maret 2022, sudah audiensi dengan PJ Bupati Flores Timur, Sulastri Rasyid, S.Pi., M.Si. Dia berjanji akan mendorong DPRD untuk mendukung kegiatan literasi di Flores Timur.
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia 2021-2025
*) Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat


