Usia pernikahanku sudah lima tahun dan belum juga dikarunia seorang anak. Jika alasan ini yang membuat Akang berselingkuh, aku tidak mampu membela diri. Tapi mestinya Akang tidak perlu sembuyi-sembunyi. Bicara saja terus terang jika ingin punya anak dari perempuan lain. Ceraikan saja aku!
“Akaaaaaang!” aku sudah tidak sabar ingin menumpahkan kemarahanku.
Terdengar suara kaki Akang. Semakin dekat. Dadaku seperti laut dengan angin kencang dan ombak setinggi tiga meter. Badai!
Akang dengan celana pendek dan kaos singlet berdiri di depan kamar. Tubuhnya basah. Kedua bola mataku seolah melompat keluar.
“Akang lagi di kolam. Tanggung. Pompanya bermasalah. Air mancurnya macet.”
“Apa ini!?” aku timpuk suamiku dengan selembar kertas tadi. “Akang belum mengirim uang bulan ini. Kapan dikirim!” aku menirukan isi suratnya. “Bilang sama perempuan sialan itu, kalau mau kirim pesan pake We A! Jangan pake surat kayak gitu! Gampang ketahuan! Dasar perempuan udik!”
“Dia tidak punya handphone,” suamiku memungut kertas di lantai, yang sudah kuremas dengan sepenuh-penuhnya tenaga seorang perempuan yang terluka.

“Lima tahun kita menikah, Akang! Tega-teganya Akang main belakang! Yuni sakit hati, tau! Yuni tidak rela! Pulangkan Yuni ke rumah Abah!”
“Sabar, Yuni. Akang mau menjelaskan ini sejak lama. Sebetulnya Akang sudah ngatur pertemuannya sekarang. Tapi, Yuni keburu tahu…”
“Ah, Akang banyak alasan!”
“Dia sedang menuju ke sini. Sebentar lagi datang.”
“Berarti surat itu betul, ya! Akang terlalu! Yuni benci sama Akang!”
Terdengar bunyi bel. Akang kelihatan gelisah. Aku bangkit dan berjalan keluar kamar. Akang mengikuti, bahkan mendahuluiku membukakan pintu depan.
“Yuni, dia “Siti Aisyah’. Anak Bapak dari isteri kedua. Sejak Bapak meninggal, Akang yang bertanggung jawab membiayai sekolahnya. Akang minta maaf baru berani sekarang memberi tahu…”
“Assalamualaikum, Teteh,” Siti Aisyah tersenyum mencium punggung tanganku.
Mataku terbelalak dan perasaanku campur aduk. Di depanku seorang remaja berjilbab, mengenakan seragam putih-biru.
*) Well Homestay, Ba’a, Rote Ndao, 31 Mei 2022


