Cerpen Gol A Gong: Sarah dan Satpam

“Nggak tahu malu!”

“Cantik, tapi kelakuan maling!”

“Bawa ke Polsek!”

Sarah merasa tubuhnya limbung. Orang-orang membayang dan jumlahnya semakin banyak. Dia berusaha menerobos kerumunan, tapi Satpam mengejar dan mencekal tangannya.

“Lepaskan, Pak! Lepaskan!”

Satpam menarik Sarah ke jejeran rak. ‘”Minggir, minggir semuanya! Kasih jalan!”

Orang-orang menyibak. Mereka menatap satpam dengan tidak suka.

“Kok, satpamnya malah ngebela!”

“Tau, nih, satpam! Payah!”

“Maling dibiarin!”

Satpam menarik Sarah dengan hati-hati agar menjauh dari kerumunan.

“Maafkan saya, Pak,” Sarah mengiba. “Jangan bawa saya ke Polsek…”

“Bawa aja, Pak Satpam! Biar kapok!”

“Iya, jeblosin ke penjara! Biar tau rasa dia!”

“Jangan kasih ampun!”

Satpam tidak peduli. Petugas mini market yang memergoki Sarah mencuri tadi mengikuti.

“Mas ini gimana, sih!”

“Udah, jangan berisik! Ini urusan saya sekarang!”

“Lho, kok ursan Mas? Ini udah urusan polisi!”

“Barangnya ada yang hilang nggak?”

“Ya, kalau nggak ketahuan sama aku, bablas, Mas!”

“Berarti nggak ada yang hilang kan!” Satpam menegaskan.

Sarah memohon kepada si petugas mini market, “Saya minta maaf, Mas. Saya nggak akan ngulang lagi…”

“Mbak ini tampangnya orang kaya, tapi nyuri!”

Sarah menyeka air matanya yang jatuh. “Iya, betul, Mas,” suaranya terbata-bata. “Tapi itu dua tahun lalu… sebelum suami saya meninggal karena Covid…”

“Kebiasaan hidup enak kali ya, si mbaknya!”

Sarah hanya bisa mengangguk.

“Terus, hartanya habis!”

“Semuanya dapat ngredit, Mas. Pada disita bank,” Sarah menunduk.

“Sudah, sudah!” Satpam mengibaskan lengannya.

“Terus?” si penjaga masih ngotot.

“Mbak…”

“Saya udah boleh pergi, Mas Satpam?”

“Boleh, Mbak. Tapi, silakan, ambil secukupnya. Saya yang bayar,” suara si satpam menenangkan diiringi senyuman.

Sarah kaget dan tidak percaya.

“Mbak pasti lupa sama saya.”

“Siapa ya, Mas?”

“Mbak inget nggak sama Bu Imah?”

“Oh, ya. Bu Imah yang suka mijat itu, ya?”

“Iya, Mbak. Berkat kebaikan Mbak, adik saya sekarang lulus kuliah. Sudah kerja di klinik sekarang.”

“Oh syukurlah…”

Si petugas hanya bisa melongo.

“Ayo, Mbak. Ambil sesukanya. Anak-anak Mbak pasti sudah nggak sabar menunggu di rumah.”

          Sarah menatap si satpam. Kedua matanya berair lagi. (*)

GOL A GONG – Lahir di Purwakarta 15 Agustus 1963. Menulis 125 buku berupa novel, antologi cerpen, antologi puisi, travel writing, esai, dan parenting. Buku puisi “Air Mata Kopi” (Gramedia, 2014) masuk 10 besar Hari Puisi Indonesia 2014. Mengelola Komunitas Rumah Dunia di Serang Bante. Buku terbarunya Gong Smash (Epigraf). Sejak 30 April 2021 diamanahi meneruskan perjuangan Najwa Shihab sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==