Saat pulang ke rumah mulailah terasa badan hangat, pening, oleng dikit. Wah, udah ini mah, harus rehat. Aku rebahan, eh bablas lanjut tidur. Bangun-bangun udah mendingan kondisi badan.
Malamnya udah sibuk sama anak kucing yang hilang, tapi lalu muncul sendiri.š Usaha mencari anabul itu bikin aku lapar. Alhamdulillah sebelumnya aku sempat bikin makan malam buat hubby yang akan mengajar pelatihan menulis online.

Hubby makan malam di ruang kerjanya di Museum Literasi Gol A Gong, sementara aku masih di dapur, mikirin pengin makan apa yang enak, gitu. Eh lihat stok mie instan goreng. Di rumahku mie instan termasuk makanan mewah, karena jarang dihidangkan.
Seingatku, bahkan sejak kemunculan mie instan goreng, ibuku pun hanya sesekali menyajikannya. Selain karena harganya saat itu cukup mahal untuk ukuran kami, ibuku lebih suka memasak dengan bahan segar. Kami tidak memiliki kulkas, jadi masakan dibuat untuk dimakan dan dihabiskan hari itu.


