Oleh Anas Al Lubab
Sulit dibayangkan, seorang Nabi dan Rasul, orang nomor satu kala itu, hidup sangat sederhana. Kemudahan akses koneksi dengan Allah dan para malaikat yang selalu stand by siap melayaninya, tak membuat Kanjeng Nabi jumawa dan manja. Beliau lebih memilih menjadi abdan nabiyya (nabi yang rakyat jelata) ketimbang mulkan nabiyya (nabi yang raja). Sungguh semakin kita berusaha merekam jejak kehidupan Kanjeng Nabi semakin kita malu sendiri. Entah sisi kehidupan Kanjeng Nabi yang mana yang telah berhasil kita tiru-teladani. >>> ke halaman berikutnya.



Satu klik robot dapat membawa Anda ribuan dolar.] )) https://topinnews.info/